DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 20 April 2019 / 22:44 WIB

90 Trainer Bakal Diterjunkan ke Desa

YOGYA, KRJOGJA.com - DIY masih memiliki Pekerjaan Rumah (PR) dan tantangan besar yang harus segera diselesaikan yaitu melakukan percepatan penurunan angka kemiskinan dan kesenjangan wilayah. Untuk itu, Pemda DIY akan menangani kemiskinan secara riil dan terpadu dengan Pemkab/Pemkot se-DIY serta percepatan infrastruktur untuk memperkecil ketimpangan antarwilayah di DIY.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY Budi Wibowo mengatakan pihaknya akan menggunakan data kemiskinan mikro dengan by name dan by address yang kini tengah diselesaikan guna mempercepat penurunan angka kemiskinan di DIY secara riil. Data kemiskinan mikro tersebut menjadi acuan bagi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) bekerjasama dengan kabupaten/kota di DIY untuk menangani kemiskinan secara riil.

”Persoalan kemiskinan di DIY ditangani secara riil dengan data mikro dan keterpaduan bersama kabupaten/kota. Disusul percepatan pembangunan infrastruktur seperti dengan adanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sebagai mesin pertumbuhan ekonomi dan lainnya sehingga akan menekan ketimpangan antar wilayah. Jika keduanya bisa diturunkan, maka persoalan lainnya akan ikut ditekan dengan sendirinya,” tutur Budi Wibowo.

Budi menjelaskan yang dimaksud penanganan kemiskinan secara riil seperti menerjunkan 90 tenaga pelatih (trainer) di berbagai desa di DIY agar bisa membantu meningkatkan produktivitas masyarakatnya. Upaya nyata tersebut bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi sehingga tidak hanya berkutat pada konsep terus menerus.

”Musrenbang RKPD DIY 2020 ini menyoroti empat tema yaitu kemiskinan, kesenjangan antar wilayah, pengelolaan dana dari luar dan ekonomi. Esensi pembangunan ini kita sinkronisasi dengan Pemerintah Pusat maupun Pemkab/Pemkot seDIY dengan porsi-porsi yang sudah jelas, terutama perihal kemiskinan dan perekonomian, infrastruktur dan dana-dana dari luar,” papar Sekda DIY Gatot Saptadi.

Deputi Pemantauan Evaluasi dan Pengendaliam Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Taufik Hanafi menyampaikan apresiasi kepada Pemda DIY yang terus melakukan dan memperkuat sinergi program-program prioritas nasional maupun provinsi. Pemda DIY juga dinilai telah melakukan sinergi yang sangat baik antar tingkatan daerah.

”Kelompok nonpemerintahan ini mempunyai peran yang sangat penting untuk membantu merespons isuisu di DIY, diantaranya kemiskinan. Isu kemiskinan ini tidak hanya diatasi hanya dengan memberikan bantuan-bantuan langsung semata berupa uang tunai, tetapi juga dibutuhkan penyediaan infrastruktur dasar yaitu pendidikan dan kesehatan,” pungkas Taufik. (Ira)