DIY Editor : Ivan Aditya Minggu, 21 April 2019 / 00:54 WIB

Balaikota Yogya Bakal Miliki Tower Delapan Lantai

YOGYA, KRJOGJA.com - Kompleks Balaikota Yogya direncanakan akan memiliki gedung delapan lantai. Gedung tersebut kelak merupakan bangunan yang paling tinggi sekaligus menjadi ikon baru sebagai Tower Balaikota.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogya Agus Tri Haryono, menjelaskan saat ini pihaknya sudah mengajukan lelang untuk perencanaan pembangunan Tower Balaikota tersebut. “Sesuai rencana, pembangunan fisiknya akan dimulai tahun 2020 dan ditargetkan selesai pada tahun 2021,” jelasnya.

Proses pembangunan memakan waktu hingga dua tahun lantaran pekerjaan yang cukup besar. Perkiraan kebutuhan anggaran pun mencapai Rp 100 miliar yang seluruhnya dialokasikan melalui APBD Kota Yogya dalam tahun jamak.

Agus mengaku, Tower Balaikota diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan dan peningkatan kualitas layanan publik. Selain dipergunakan sebagai kantor dari sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Yogya, gedung itu juga akan didesain agar bisa dimanfaatkan sebagai ruang pameran atau showroom, ruang penerimaan tamu serta ruang pertemuan dengan kapasitas besar.

“Yang pasti, gedung tersebut akan dibangun dengan konsep ramah lingkungan. Sehingga akan menjadi kantor pemerintahan untuk kebutuhan pelayanan publik yang pertama mengusung konsep green building,” imbuhnya.

Selain ramah lingkungan, dirinya memastikan, Tower Balaikota sebagai gedung yang ramah terhadap penyandang disabilitas namun tetap modern dan nyaman serta mempertahankan harmoni dengan budaya lokal Yogya. Harapannya juga mampu menjadi percontohan gedung inklusi bagi pembangunan atau revitalisasi gedung perkantoran lain.

Sebagai gedung ramah lingkungan, maka pemilihan material bangunan akan disesuaikan untuk mereduksi dampak terhadap kelestarian lingkungan. “Konsumsi energi listrik dan air pun akan ditata supaya hemat,” tandasnya.

Terkait dengan lokasi Tower Balaikota, sudah dipilih di area yang kini masih digunakan sebagai lokasi parkir. Tidak menutup kemungkinan area kantin, kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak serta tempat penitipan anak juga ikut terdampak. (Dhi)