DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 20 April 2019 / 19:33 WIB

DKP Kaji Budidaya Ikan Gabus

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo melakukan pengkajian budidaya ikan gabus yang mulai diminati pembudidaya ikan air tawar di wilayahnya. Angka kematian atau mortalitas di kolam pembesaran cukup tinggi meskipun memiliki harga jual cukup tinggi.

Kepala Bidang Budidaya Ikan DKP Kulonprogo, Leo Handoko dan Kepala Seksi Pembudidayaan Ikan Wakhid Purwosubiantoro mengungkapkan, pembudidaya ikan yang berminat budidaya ikan gabus mengeluhkan angka kematian di kolam pembesaran bisa mencapai 50 persen. “Sekarang sedang melakukan pengkajian dengan ujicoba budidaya ikan gabus. Mortalitas di masa pemeliharaan memang cukup tinggi dibandingkan jenis ikan lainnya,” ujar Leo Handoko.

Menurutnya, belum bisa mengambil kesimpulan dan memberikan solusi terhadap kendala yang dihadapi pembudidaya ikan gabus. Dalam ujicoba pada masa pemeliharaan dua bulan terakhir, mortalitas dinilai cukup tinggi.

Wakhid Purwosubiantoro menjelaskan ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian yang menjadi penyebab mortalitas budidaya ikan gabus cukup tinggi. Antara lain disebabkan pertumbuhan tiap ikan berbeda, sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus.

Ikan gabus termasuk jenis ikan buas sehingga yang besar akan menyerang teman sendiri jika pemberian pakan tidak merata. “Untuk menekan angka kematian secara periodik perlu dilakukan pensortiran,” tuturnya.

Sebagian masyarakat mulai tertarik membudidayakan ikan gabus meskipun untuk pembesaran mencapai ukuran konsumsi membutuhkan waktu sekitar enam bulan. Ketertarikan tersebut disebabkan harga jual ada di kisaran Rp 50.000 sampai Rp 150.000 per kg.

“Budidaya ikan gabus bisa menekan angka kematian hingga sepuluh persen dinilai sudah cukup bagus,” ujar Wakhid. (Ras)