DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 20 April 2019 / 19:11 WIB

2 TPS di Kulonprogo Berpotensi Pemungutan Suara Ulang

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Hasil pengawasan pengawas pemilu se-Kabupaten Kulonprogo terhadap proses pemungutan dan penghitungan suara, Bawaslu setempat mengidentifikasi temuan dalam beberapa hal. Salah satu di antaranya, kesalahan tata cara atau prosedur yang dilakukan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) dalam melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Ada dua TPS yang berpotensi dilakukan pemungutan suara ulang karena KPPS melakukan kesalahan tata cara atau prosedur pemungutan suara yakni di TPS 31 Kelurahan Wates Kecamatan Wates dan TPS 2 Margosari Pengasih. Ketua/ Koordinator Divisi Pengawasan, Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antarlembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kulonprogo, Ria Harlinawati SIP MA mengatakan, di TPS 31 Wates terdapat dua pemilih yang menggunakan eKTP luar daerah (Papua) dan tidak terdaftar di Daftar Pemilih Tambahan (DPTb), namun diberikan hak pilih oleh KPPS dengan memberikan satu jenis surat suara yakni surat suara Presiden dan Wakil Presiden.

Sedangkan di TPS 2 Margosari Pengasih terdapat tiga orang pemilih DPTb/pemilih pindah memilih yang seharusnya hanya mendapatkan empat surat suara tapi oleh KPPS setempat diberi lima surat suara. “Terhadap 2 TPS itu, Bawaslu Kulonprogo melalui Panwaslu Kecamatan Wates dan Pengasih menindaklanjuti sebagai temuan pelanggaran administrasi dan menyampaikan rekomendasi kepada PPK Kecamatan Wates dan Pengasih untuk dilakukan pemungutan suara ulang di 2 TPS tersebut. Tindak lanjut dari rekomendasi tersebut akan diserahkan kepada jajaran KPU Kulonprogo,” kata Ria.

Bawaslu Kulonprogo beserta jajarannya, tambah Ria, hingga saat ini masih terus mengawal proses Pemilu 2019 agar dapat berjalan sesuai regulasi dan melahirkan pemilu yang berkualitas, berintegritas dan dapat dipertanggungjawabkan. “Adapun terkait potensi kurangnya surat suara di beberapa TPS di Kulonprogo pada saat pemungutan suara bisa terpenuhi dengan mengambil surat suara di TPS lain yang tidak terpakai,” ungkapnya.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, Tri Mulatsih menjelaskan, hingga Jumat (19/04/2019) belum menerima surat rekomendasi dari Bawaslu terkait pengulangan dua TPS tersebut. “Sehingga kami belum bisa berkomentar. Karena setelah menerima rekomendasi tersebut, nanti kami lihat dulu dan juga masih pleno. Tapi info tersebut memang sudah kami dengar, tapi kami masih menunggu rekomendasi dari Bawaslu,” ucapnya. (Wid/Rul)