DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 20 April 2019 / 23:31 WIB

GKR Hemas Tunggu Hasil Penghitungan Suara

YOGYA, KRJOGJA.com - Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) incumbent Dapil DIY Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas berharap pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 mempunyai nilai yang lebih baik. Selain itu, GKR Hemas mengaku akan berbesar hati merima hasil akhir rekapitulasi penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU) baik menang ataupun kalah nantinya.

GKR Hemas menyampaikan perhelatan Pemilu 2019 sangat berbeda dibandingkan dengan pelaksanaan Pemilu pada periode sebelumnya. Hal tersebut berdasarkan UndangUndang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu yang mekanisme pemungutan suara Pemilu 2109 dilakukan secara serentak.

Peraturan tersebut berimplikasi pada banyaknya jenis surat suara yang akan diterima pemilih saat pencoblosan di TPS yaitu surat suara Pemilihan presiden (Pilpres), Pemilihan anggota legislatif (Pileg) dari tingkat DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota dan DPD.

”Pilpres dan Pileg pada Pemilu 2019 yang dilaksanakan serentak ini baru pertama kalinya di Indonesia, sehingga KPU harus lebih siap menghadapi apapun permasalahan yang terjadi. Kita sebagai masyarakat yang mempunyai hak pilih cukup direpotkan dengan banyaknya jenis dan ukuran surat suara yang cukup besar sehingga membutuhkan waktu cukup lama dalam pencoblosan,” ujar GKR Hemas.

Terkait hasil perhitungan perolehan suara nantinya, GKR Hemas mengaku baik pemenang maupun yang tidak masuk di legislatif harus berbesar hati menerima hasil rekapitulasi penghitungan suara akhir. Semuanya demi kemajuan bangsa bukan hanya untuk kelompok dan golongan sehingga Pemilu 2019 harus mempunyai nilai yang lebih baik.

”Siapapun pemenangnya dan siapapun yang tidak masuk di legilatif semua harus berbesar hati, semua harus bisa menerima. Semua itu demi kemajuan bangsa bukan hanya untuk kelompok dan golongan, itu yang paling penting. Jadi Pemilu kali ini harus betul-betul mempunyai nilai yang lebih baik seperti menggunakan hak pilih kita sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Diakui Permaisuri Raja Kraton Yogyakarta, pendukung dirinya itu pendukung tradisional. ”Pendukung saya itu pendukung tradisional. Ditambah generasi muda yang sudah paham pentingnya keberadaan DPD,” pungkas GKR Hemas. (Ira)