DIY Editor : Ivan Aditya Minggu, 21 April 2019 / 05:45 WIB

Rekapitulasi Berjenjang Dimungkinkan Terjadi Pembetulan

YOGYA, KRJOGJA.com - Bagi parpol yang menempatkan saksi di setiap TPS, maka hasil suara yang diperolehnya bisa diketahui lebih dini, baik suara partai maupun calon anggota legislatif (caleg). Hanya, untuk mengkonversikan suara ke kursi legislatif, diimbau agar menunggu proses rekapitulasi secara berjenjang.

Komisioner KPU Kota Yogya Nurhayati, menjelaskan dalam proses rekapitulasi berjenjang dimungkinkan terjadi pembetulan. Terutama akibat kesalahan teknis penulisan sehingga memungkinkan perbedaan data yang dimiliki saksi dengan petugas.

”Kita tahu di lapangan kemarin, baik saksi maupun petugas di TPS cukup lelah dan ngantuk. Bisa jadi ada huruf atau angka yang kurang jelas sehingga perlu pembetulan,” jelasnya.

Oleh karena itu, seyogianya rekapitulasi berjenjang tersebut dapat dikawal secara bersama-sama. Apalagi proses itu digelar secara terbuka dan transparan. Ketika ada perbedaan data, maka saat itu juga dilakukan penelusuran hingga ditemukan akar persoalannya.

Penelusuran dilakukan dengan membandingkan data yang dimiliki tiap saksi dengan petugas. Jika masih belum sama, maka kertas plano yang sudah disepakati semua pihak akan dibuka.

Nurhayati menambahkan, proses rekapitulasi saat ini mulai dilakukan di tingkat kecamatan. Terdapat dua tahap dalam proses tersebut, yakni rekapitulasi suara dari tiap TPS dalam satu kelurahan, dan dilanjutkan rekapitulasi suara dari tiap kelurahan dalam satu kecamatan.

”Semua kecamatan memulai hari ini (kemarin). Lokasinya di masing-masing kecamatan, sehingga semua bisa mengawal,” tambahnya.

Meski batas waktu rekapitulasi kecamatan hingga 24 April, namun ada beberapa kecamatan yang siap menyelesaikan selama dua hari. Terutama kecamatan yang jumlah kelurahannya sedikit seperti Pakualaman, Ngampilan dan Gedongtengen. Sementara kecamatan yang memiliki kelurahan cukup banyak seperti Umbulharjo dan Gondokusuman, diprediksi bisa memakan waktu lima hari.

Sementara itu, Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan, mengaku sepanjang pemantauannya di wilayah Kota Yogya, proses rekapitulasi tingkat kecamatan berjalan lancar. Ada beberapa kecamatan yang membagi rekapitulasi hingga lebih dari dua kelas. Seperti di Kecamatan Umbulharjo yang membagi empat kelas lantaran jumlah kelurahannya cukup banyak.

”Ini diperbolehkan. Maksimal hanya sampai empat kelas, dan harus tersosialisasikan dengan seluruh saksi. Tiap peserta pemilu bisa menghadirkan dua saksi di tiap kelas,” jelasnya. (Dhi)