Olahraga Editor : Ivan Aditya Sabtu, 20 April 2019 / 00:15 WIB

Erwan Hendarwanto Mundur dari PSIM

YOGYA, KRJOGJA.com - Manajer PSIM musim 2018, Erwan Hendarwanto resmi menyampaikan pengunduran diri dari Laskar Mataram, Jumat (19/04/2019). Erwan yang musim ini diposisikan sebagai asisten pelatih Vldimir Vujovic akhirnya mundur setelah tak lagi nyaman dengan kondisi yang ada.

Erwan mengungkap rencana mundur telah dipikirkan sejak tim PSIM bertolak ke Bogor seminggu lalu. Menurut sosok yang andil besar menyelamatkan PSIM dari hukuman minus 9 musim 2018 lalu tersebut, ia tak lagi nyaman berada dalam tim karena perbedaan visi.

“Sebelum berangkat pemusatan ke Bogor pekan lalu, saya sudah sampaikan ke manajemen terkait rencana saya untuk tidak ambil bagian di PSIM musim ini. Saya menghargai upaya manajemen untuk bekerjasama tapi ada hal-hal yang tidak satu visi dengan saya. Daripada saya tidak nyaman, lebih baik saya mundur dan sudah saya sampaikan saat mengantar pemain di Stasiun Tugu,” ungkap Erwan.

Pelatih asli Magelang yang juga sempat membela PSIM sebagai pemain ini juga menjelaskan, keputusannya mengakhiri kebersamaan dengan PSIM yang dirajut sejak 2013 lalu dikarenakan adanya perbedaan situasi dengan kesepakatan yang terjalin diawal seiring masuknya investor baru. “Kondisinya menurut saya sudah tidak lagi nyaman, tidak satu visi dan tidak dijalankan seperti kesepakatan awal,” tandas dia.

Sebelumnya, disepakati bahwa kerangka tim musim lalu (9 pemain) akan dipertahankan investor anyar namun kenyataan Risman dan Eeng dilepas begitu saja seolah tanpa beban. Selain itu komitmen mempertahankan tiga pelatih yakni Erwan, Didik Wisnu (pelatih kiper) dan Subagyo Irianto (pelatih fisik) tak dilaksanakan investor anyar karena gerbong Bogor FC terlanjut dibentuk.

Erwan pun tak ingin menyalahkan pihak manapun atas kondisi yang terjadi. Ia pun menyatakan ketegasan tetap mencintai PSIM dan berharap prestasi maksimal bisa diraih musim 2019 ini dan berhasil promosi Liga 1.

“Tiba-tiba semuanya berubah, ya saya tidak bisa. PSIM bukan lagi tempat saya, bukan lagi PSIM yang saya tahu. Harapan saya, pemain musim lalu yang bertahan, bisa mengantar PSIM sukses di musim ini. Saya memohon maaf setulus hati apabila ada salah saya selama bergabung di PSIM selama ini, saya pamit undur diri,” sambung dia.

Dibawah Erwan baik saat menjadi asisten maupun pelatih kepala dan manajer, PSIM mampu memperagakan filosofi sepakbola indah yang sebelumnya hampir tak ditemukan di Laskar Mataram. Di Liga 2, permainan PSIM pun kerap dijadikan acuan tim lain dengan andalan kolektivitas. (Fxh)