Jateng Editor : Danar Widiyanto Jumat, 19 April 2019 / 18:10 WIB

Mutu Lulusan Kursus Jahit Rendah, Ini yang Dilakukan Pemkab Kebumen

KEBUMEN KRJOGJA.com - Terbatasnya keterampilan para lulusan kursus menjahit di Kebumen tentang seluk beluk industri fashion, mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen ingin segera mengembangkan pelatihan keterampilan berbasis teknologi fashion di Kebumen.

"Kami prihatin dengan kenyataan di Kebumen selama ini, para lulusan kursus menjahit hanya bisa menjadi buruh menjahit saja. Kami ingin ada sarana dan prasarana pelatihan memadai untuk menghasilkan perancang busana dengan keterampilan  yang mumpuni. Dengan begitu, hasil rancangannya bisa diterima oleh masyarakat menengah ke atas juga," ujar Kabid Penempatan Tenaga Kerja Pelatihan dan Produktifitas Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan UKM (Disnakerkukm) Kebumen, Drs Sigit Basuki, di ruang kerjanya, Kamis (18/04/2019).

Salah satu upaya Disnakerkukm Kebumen untuk mewujudkan keinginan tersebut adalah melakukan studi banding ke Studio Fashion Technology Balai Besar  Pengembangan  Latihan Kerja (BBPLK) Semarang beberapa waktu lalu.

"Ternyata  jurusan fashion technology di BBPLK Semarang tersebut sudah mulai beroperasi sejak Februari 2019 lalu yang merupakan pengembangan dari jurusan menjahit," jelas Sigit.

Setelah dianalisa, prospek ekonomi para buruh menjahit ataupun operator mesin di pabrik garmen lulusan jurusan menjahit BBPLK Semarang, sangat terbatas. 

"Karena itulah, BBPLK Semarang memutuskan reorientasi, replanning dan revitalisasi jurusan menjahitnya menjadi jurusan fashion technology. Diantaranya dengan penyediaan fasilitas selengkap mungkin yang bisa menunjang profesionalitas calon perancang busana yang dihasilkan," papar Sigit. 

Mengingat upaya mengubah jurusan menjahit di UPTD Kebumen menjadi jurusan fashion technology membutuhkan persiapan lama, maka kini Disnakerkukm Kebumen berusaha untuk meminta kuota agar warga Kebumen bisa mengikuti pelatihan fashion technology di BBPLK Semarang.

"Peserta akan dididik selama 3 bulan. Outputnya, peserta akan bisa mendesain aneka busana sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Sigit.(Dwi)