Ragam Editor : Agus Sigit Jumat, 19 April 2019 / 14:35 WIB

Serem..Lewat Makam Keramat, Bakul Bakso Dibuat Muter-muter

BANYAK orang Gunungkidul yang dikenal sebagai penjual bakso. Termasuk Pak Jadi (nama samaran), yang sudah puluhan tahun menjalani profesi sebagai penjual bakso keliling. Ia secara rutin melewati desaku setiap hari menjajakan baksonya dan memang sudah banyak yang menjadi pelanggannya. Satu mangkok kala itu, tahun 1990-an, harganya Rp 2.000.

Seperti dikutip dari harianmerapi.com, setelah dari desaku, Pak Jadi melanjutkan langkahnya mendorong gerobak bakso melewati makam Tlampeyan. Makam tersebut oleh warga sudah dikenal sebagai makam keramat. Selain memang sudah tua, banyak kejadian aneh-aneh yang sulit diteruma nalar. Karena itu, orang yang lewat pasti akan <I>amit-amit<P>, agar tidak diganggu.

Sore itu seperti biasanya Pak Tadi berjualan bakso sambil memukul-mukul mangkok sebagai tanda. Ting…ting..ting…

Berulang kali mangkok dipukul-pukul, namun tidak juga datang orang-orang membeli. “Kok sepi ya, tidak seperti biasanya,” kata Pak Tadi dalam hari.

Akhirnya datang seorang ibu-ibu, Mbah Arjo, dan disusul Mbah Mimi. Namun hanya dua orang itu yang membeli bakso. Dengan pelan-pelan, Pak Joyo pun pergi meninggalkan kampung.

Ia berjalan ke arah utara sampai di Selokan “Van Der Wijck”, kemudian belok ke timur dan terus ke selatan dan balik lagi ke utara sampai di makam Tlampeyan.

Sampai 3 kali Pak Joyo berputar-putar seperti itu sehingga ia dibuat heran sendiri. Karena kelelahan, Pak Joyo pun berhenti dan duduk-duduk dekat gardu ronda. Rupanya Kang Arjo Jawadi mengamati tingkah Pak Joyo yang hanya berputar-putar terus.

“Pak..pak, bapak mau kemana?” tanya Kang Arjo pada Pak Joyo.

“Anu Mas, mau ke arah Godean. Tapi kok dari tadi cuma mubeng saja nggak sampai-sampai,” jawab si tukang bakso.

“Ooo begitu. Ya sudah Pak, Bapak lurus saja nanti sampai SD Kwagon, lantas Bapak ke kiri,” kata Kang Arjo.

“Nggih matur suwun,” kata Pak Joyo yang lantas sambil berjalan sesuai petunjuk. Dan ternyata benar, Pak Joyo pun bisa sampai ke tujuan dengan selamat. (Nurdiantoro)