Jateng Editor : Agus Sigit Kamis, 18 April 2019 / 19:37 WIB

PERKUAT KETAHANAN PANGAN LOKAL

Pemkot Magelang Gerakkan KWT

MAGELANG, KRJOGJA.com - Upaya memperkuat ketahanan pangan masyarakat di masa depan terus diupayakan Pemerintah Kota Magelang, yang salah satunya dilakukan dengan pembinaan dan pendampingan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).

Kepala Bidang Ketahanan Pangan Disperpa Kota Magelang Taat Suciati, Kamis (18/4/2019), menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran masyarakat, khususnya kaum wanita, dalam menggeluti dunia pertanian perkotaan sekaligus menjawab permasalahan krisis ruang terbuka hijau. 

Dengan adanya KRPL,lanjutnya, masyarakat didorong untuk memanfaatkan pekarangan lahan sempit di lingkungan masing-masing, misalnya dengan budidaya tanaman sayuran, peternakan dan perikanan. Jumlah KWT di Kota Sejuta Bunga ini sudah mencapi 17 KWT.

“Selain berkontribusi meningkatkan ruang terbuka hijau, KRPL masyarakat juga berkontribusi terhadap produksi sayuran, ternak dan ikan serta mengurangi pengeluaran belanja keluarga,” katanya.

Pihaknya juga terus berupaya meningkatkan angka Pola Pangan Harapan (PPH) dan pangan Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA). Upaya ini sejalan dengan program diversifikasi pangan, agar masyarakat tidak tergantung hanya pada konsumsi beras.

"KWT didorong untuk membudidayakan tanaman sumber pangan lokal, seperti singkong, jagung, midro, uwi dan talas. Selanjutnya bahan tersebut diolah menjadi makanan dengan tampilan menarik dan bergizi tinggi," jelasnya.

Saat ini Pemkot Magelang tengah mengusun Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang Pengembangan Pangan Lokal yang diharapkan menjadi payung hukum bagi Disperpa Kota Magelang ketika mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan pangan lokal. 
"Setelah adanya Perwal, kami akan melakukan sosialisasi kepada pengusaha katering agar mengolah pangan lokal, termasuk untuk jamuan rapat kedinasan,” tandasnya.

Kepala Seksi Ketersediaan dan Distribusi Pangan M Makfud menambahkan pemerintah, melalui APBN dan APBD, juga menyalurkan bantuan untuk memperkuat sektor pangan bagi kelompok tani (poktan) dan gabungan kelompok tani (gapoktan) di Kota Magelang.
"Terbaru ada 2 poktan, Ngudi Makmur I (Kelurahan Kramat Selatan) dan Marsudikismo (Kelurahan Cacaban) memperoleh bantuan masing-masing gabah 2,5 ton untuk kegiatan layanan tunda jual," katanya.

Kemudian, gapoktan Sri Rejeki (Kelurahan Magelang) sedang dalam tahap pengusulan untuk memperoleh bantuan alsintan kegiatan off-farm senilai Rp 100 juta dan dana operasional Rp 60 juta melalui kegiatan Pengembangan Usaha Pangan Masyarakat (PUPM).

“Targetnya Gapoktan dapat mensuplai beras kemasan masing-masing 5 kilogram sebanyak 50 ton setahun ke Toko Tani Indonesia yang ada di Kota Magelang dengan harga yang terjangkau masyarakat,” katanya. (Tha)