Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 18 April 2019 / 12:09 WIB

Pengusaha BBM Divonis 2 Tahun 6 Bulan Penjara

SOLO, KRJOGJA.com - Terdakwa kasus  penggelapan dalam perjanjian kerjasama bisnis distribusi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, Iwan Budi Pangarso akhirnya divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Solo dengan hukuman dua tahun enam bulan penjara. 

Vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim dipimpin  ketua majelis hakim, Abdul Rauf SH itu lebih rendah enam bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Solo yang sebelumnya mengajukan tuntutan selama tiga tahun.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan hukuman dua tahun enam bulan potong masa tahanan,” kata Majeli Hakim Abdul Rauf SH saat membacakan vonis hukuman, Kamis (18/4/2019) Mendengar vonis tersebut, terdakwa yang saat itu duduk di kursi pesakitan  menyatakan pikir-pikir. "Menyatakan pikir-pikir,” kata terdakwa Iwan lirih.

Secara terpisah, JPU Kejari Kota Solo, Endang Sapto Pauli SH membenarkan vonis yang dijatuhkan oleh Majelis Hakim. “Iya, dari tiga tahun tuntutan kami. Majelis Hakim memvonis dua tahun enam bulan. Terdakwa pikir-pikir. Kami juga masih menunggu perkembangan,” tutur Endang.

Kasus ini berawal, dari hubungan antara korban atau pelapor dari  PT SHA di Jalan Yosodipuro Kelurahan Timuran, Kecamatan Banjarsari, Solo terkait tunggakan pembayaran hingga mencapai Rp.1,1 miliar oleh terpidana Iwan Budi Pangarso.

Antara Iwan dan korban pemilik dari PT SHA merupakan rekanan bisnis. PT SHA telah mengirimkan solar ke PT Semarang Multicons dan PT Bumi Panen Makmur dengan total 136.000 liter atau senilai Rp1,1 miliar. Namun saat PT SHA hendak melakukan pencairan cek yang diberikan oleh tersangka, tidak dapat dilakukan. Karena itu, pihak PT SHA melaporkan perbuatan Iwan kepada polisi pada Bulan Desember 2018 lalu. Akhirnya, ditangkap dan dijerat dengan Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) atau 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan. (Hwa)