DIY Editor : Agus Sigit Kamis, 18 April 2019 / 01:19 WIB

Surat Suara Kurang, Sebagian Pasien RS Gagal 'Nyoblos'

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kurangnya surat suara di Kecamatan Mlati membuat para pasien, residen, perawat hingga peserta didik RSUP Dr Sardjito tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019 ini. Hingga pukul 16.00 sore, hanya 41 surat suara yang bisa dikumpulkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mlati, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman untuk 161 pemilih terdaftar. 

Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Banu Hermawan mengharapkan adanya aturan baru untuk penyediaan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Rumah Sakit (RS). Dengan begitu, tugas para residen maupun perawat di RS tetap bisa dilaksanakan dengan maksimal tanpa melupakan hak pilihnya.

Diketahui, tahun ini, KPU sudah memastikan tak membangun TPS di RS, sehingga para pemilih yang bekerja di RS bisa menyoblos di TPS terdekat. Namun, pada kenyataannya, sejumlah TPS di Kecamatan Mlati, Sleman mengalami kekurangan surat suara yang membuat mereka tak bisa menyoblos.

"Kami merasa lebih nyaman jika di RS ada TPS juga karena yang ada di sini bukan cuma pasien tapi juga residen, perawat. Ada lebih dari 200 orang residen dan perawat tetap, meski keluar masuknya pasien cukup cepat, sehingga kalau boleh dan bisa ya bisa ada 2 TPS di sini," ujarnya ketika ditemui <I>KR<P> di sela-sela menunggu kedatangan surat suara, Rabu (17/4). Ia menjelaskan, bagi para residen dan perawat di RSUP Sardjito, banyak yang tidak bisa meninggalkan tempat kerjanya lama-lama. Alasan tersebut membuat mereka memilih bekerja daripada menyoblos pemimpin.

"Hari ini, kami menyiapkan transportasi untuk 261 orang ke TPS terdekat agar bisa segera menyoblos, tetapi surat suara kurang sehingga 20% sisanya belum bisa memilih," paparnya lebih lanjut. Sementara itu, Anggota PPK Mlati KPU Sleman, Edi Maulana mengatakan terkait kurangnya surat suara bisa disebabkan karena banyaknya Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) di Kecamatan Mlati. Untuk memenuhi hak pilih pemilih di RSUP Dr Sardjito, pihaknya harus memantau TPS di Kecamatan Mlati agar mendapatkan surat suara yang lebih. Surat suara tersebut kemudian akan dibagikan lgi ke sejumlah TPS yang kekurangan.

"Untuk RSUP Dr Sardjito, kami bawakan 41 surat suara, memang tidak semua pemilih bisa ikut menyoblos karena KPU Sleman juga tidak tahu berapa banyak surat suara yang sisa," tandasnya. (M-1)