DIY Editor : Agus Sigit Rabu, 17 April 2019 / 18:50 WIB

Meski Surat Suara Dibatasi, Pasien Lega Bisa Mencoblos

Rasa sumringah terpancar di wajah Agus (27) usai berhasil mencoblos surat suara yang telah ditunggu sejak pukul 13.00. Meski dirinya sedang terbaring di RSUP Dr Sardjito, ia tetap ingin memberikan suaranya demi masa depan bangsa yang lebih baik.

"Satu suara itu mendukung juga," ujarnya ketika diwawancara KR, Rabu (17/4). Penantian Agus untuk mencoblos memang cukup lama. Sejak pukul 13.00, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Mlati Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sleman sudah mengupayakan pengadaan surat suara dengan mengambil sejumlah yang sisa di Kecamatan Mlati dan membaginya untuk para pemilih di RSUP Sardjito. 

Surat suara tersebut akhirnya baru ada pada pukul 15.42 setelah PPK mengambilnya di Desa Sendangadi, Mlati, Sleman. Meskipun begitu, surat suara yang ada terbatas, hanya untuk 41 orang saja.

"Saya tadi menunggu juga, bisa 'nyoblos' atau tidak karena sudah ditawarkan. Selalu berharap saya bisa ikut memilih meski hanya Presiden dan Wakil Presiden," jelas Agus. Agus sendiri merupakan warga asli Yogyakarta. Ia bertempat tinggal di Jalan Kolonel Sugiono, dekat Pojok Beteng Wetan. Akan tetapi, karena kecelakan yang menimpa dirinya, Agus harus menjalani rawat inap di RSUP Sardjito akibat patah tulang kaki.

"Karena saya <I>enggak<P> tahu kapan bisa keluar. Ini masih harus menjalani fisioterapi, makanya mau memilih di sini saja," ungkapnya yang juga memantau perhitungan suara dari televisi. Senada, di RS Panti Rapih, pasien Puji Lestari (52) mengaku senang bisa ikut berpartisipasi dalam pesta demokrasi tahun ini. 

"Saya dirawat di sini sejak lima hari lalu dan tidak tahu kapan akan keluar, kemudian pihak RS menawarkan untuk mengisi formulir A5, maka saya isi agar bisa ikut pemilu," kata Puji usai mencelupkan jari kelingkingnya ke tinta ungu.

Puji bersyukur, petugas PPK mau mengantarkan surat suara ke dalam bangsal dan menunggu hingga dirinya selesai mencoblos dari balik tirai. Ia bercerita, dirinya sedang melawan tumor ureter dan mulai dirawat sejak beberapa hari lalu, membuat ia sulit untuk berjalan cukup jauh dari tempat tidur. "Harapan saya, suara ini bisa memberikan perubahan kepada bangsa, agar lebih baik ke depan dan korupsi berkurang," tandasnya tersenyum. (M-1)