Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 17 April 2019 / 19:40 WIB

Coblosan di Karanganyar, Bupati : Suasana Mirip Lebaran

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Bupati Karanganyar, Juliyatmono bersama isteri, Siti Chomsiyah dan putranya Ilyaas Akbar Al Madani menggunakan hak pilihnya di TPS 16 Pokoh Baru RT 03 RW 4 Desa Ngijo, Kecamatan Tasikmadu, Rabu (17/4) pukul 08.00 WIB. 

Begitu sampai TPS, Juliyatmono menunggu sebentar. Sekitar lima menit kemudian dipanggil oleh petugas pendaftar dan selanjutnya menunggu longgarnya bilik. Begitu bilik kosong, bupati Karanganyar dua periode tersebut menggunakan hak suara dan memasukan dalam kotak yang sudah disediakan. 

“Hanya saja pada saat melipat kembali kartu suara butuh waktu agar bisa seperti semula,” papar Juliyatmono usai mencoblos.

Di merasakan suasana nyaman dan aman pada pelaksanaan coblosan. Suasananya mirip seperti lebaran, yakni warga berkumpul dan bercengkrama satu sama lain. Bedanya, mereka berduyun-duyun ke TPS untuk memberikan suara, bukan ke masjid atau lapangan tempat salat Id. 
"Yang merantau pulang kampung. Merasakan libut panjang akhir pekan," katanya. 

Di TPS 16, ia mengakui tempatnya juga nyaman sehingga membuat pemilih kerasan berlama-lama.  “Saya melihat semangat masyarakat untuk memberikan suara cukup tinggi. Di TPS juga sudah ada petugas yang komplit dan sesuai ketentuan. Sehingga saya yakin tidak ada gangguan keamanaan,” imbuhnya.

Usai menggunakan haknya, ia bersama pimpinan OPD dan Forkopimda melakukan sidak ke TPS secara sampling. Terdapat 3.149 TPS yang tersebar di 177 kelurahan/desa di 17 kecamatan. Adapun jumlah pemilih terdaftar 695.027 orang. 
Sementara itu kaum disabilitas mengapresiasi layanan KPPS di TPS. Ketua Persatuan Penyandang Cacat Indonesia (PPCI) Karanganyar, Supriyono mengatakan dirinya belum menerima keluhan penyandang disabilitas di wilayah kerja Dapil 5 (Tasikmadu, Jaten, Kebakkramat). 

"Wilayah tiga kecamatan ini terdapat 800 penyandang disabilitas berhak pilih. Saya mengambil sampelnya. Sejauh ini dilayani baik. Diberi waktu 10 menit dan didahulukan mencoblos. Diperbolehkan dengan pendamping," katanya kepada KR di TPS 12 Desa Macanan, Kebakkramat.  Di TPS ini, terdapat seorang pemilih tuna netra dan seorang tuna daksa. Ia meyakini seluruh penyandang disabilitas memahami cara memilih.

"Sebelumnya sudah disosialisasi Bawaslu. Kami menganjurkan agar tidak golput. Template untuk tuna netra tidak bisa untuk semuanya," katanya. (Lim)