DIY Editor : Danar Widiyanto Rabu, 17 April 2019 / 10:10 WIB

Mengintip TPS 'Mewah' Raja Kraton Yogyakarta, Digunakan Sejak Pemilu 1955

YOGYA, KRJOGJA.com - Kesan klasik dan elegan tampak dari Ndalem Cokronegaran, lokasi Tempat Pemungutan Suara (TPS) 15 Kelurahan Panembahan Kecamatan Kraton Kota Yogyakarta. TPS tersebut memang jauh dari kata biasa karena berada tepat di sisi belakang Kraton Yogyakarta dan berarsitek Rumah Jawa yang glamour. 

KRjogja.com sempat berbincang dengan Bambang Wijanarko, pengelola rumah yang ternyata difungsikan sebagai tempat tinggal pribadi tersebut. Bambang menceritakan bahwa rumah tersebut sejak delapan tahun lalu dimiliki oleh Kanjeng Pangeran Aryo Cokrohadiningrat yang dibeli dari keluarga Joyokusumo. 

“Rumah ini milik pribadi Pangeran Aryo Cokrohadiningrat yang dibeli delapan tahun lalu dan berubah nama jadi Ndalem Cokronegaran. Sebelumnya ini bernama Ndalem Joyokusuman,” ungkapnya di sela proses pemilihan umum 17 April 2019. 

Bambang menceritakan, rumah tersebut telah digunakan sebagai TPS sejak pemilu pertama tahun 1955. Karena itu sampai saat ini, rumah tersebut tetap digunakan sebagai TPS Kraton Yogyakarta hingga saat ini. 

“Ini jadi tradisi yang tetap diteruskan sampai saat ini karena rumah ini sejak dahulu pemilu pertama selalu digunakan sebagai TPS Kraton Yogyakarta. Jadi, sejak Sri Sultan HB IX sudah digunakan dan tetap dipertahankan hingga saat ini meski sudah ganti pemilik,” sambungnya. 

Ndalem Cokronegaran sendiri memiliki luasan tanah 1900 meter persegi dengan luas bangunan 900 meter. Rumah tersebut berkonsep Jawa dengan sentuhan modern seperi lampu-lampu kristal mewah dengan cat perpaduan putih dipadukan dengan emas. 

“Bagian-bagian rumahnya lengkap, ada ringgitan, sentong kiri dan kanan juga ndalem atau living roomnya. Sentuhannya memang lebih modern saat ini setelah direnovasi sejak delapan tahun silam. Ini ide dari Pangeran Aryo Cokrohadiningrat,” lanjut dia. 

Sayangnya, rumah tersebut kini kosong karena pemiliknya berada di luar kota. Pun begitu meski arsitektur dan penataan yang bagus, Ndalem Cokronegaran belum dibuka untuk umim sebagai salah satu lokasi wisata mengingat lokasinya yang hanya terbatas tembok dengan Magangan Kraton. (Fxh)