DIY Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 17 April 2019 / 05:05 WIB

Warga Tegalrejo Ubah TPS jadi Kampung Bola

YOGYA.KRJOGJA.com - Warga Tegalrejo Rt 15 Kabupaten Kota Yogya membangun tempat pemungutan suara (TPS) unik bertema kampung bola guna mempersiapkan pelaksanaan Pemilu, Rabu (17/04/2019). Para pemilih diinstruksikan memakai kaos timnas Indonesia klub bola kesukaan dari masing-masing pemilih. 

Ide unik kampung bola sebenarnya sudah tercipta sejak tahun 2010. Pada waktu itu warga kampung mengikuti lomba bola tingkat nasional yang diadakan oleh salah satu stasiun Tv swasta untuk menyambut piala dunia dan berhasil meraih juara. Puncaknya pada tahun 2018 warga kampung kembali mengikuti pertandingan dan juga mendapat juara.

BACA JUGA :

KPU DIY Bakal Musnahkan Kelebihan Surat Suara

Pemilu Tahun 1955 dan 1999 Dianggap Paling Demokratis, Benarkah?

Berikut, Catatan Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa

"Warga kita hampir semua senang bola, kita sepakat ikut lomba seperti itu karena dengan sepakbola atau nonton bareng itu bisa menghilangkan perbedaan yang ada pada kami, seperti suku agama dan ras. Sekarang ada pemilu, pasti (masyarakat) punya pilihan masing-masing tapi kita sepakat di bawah naungan kampung bola, istilahnya di atas tanah dan di bawah langit yang sama Indonesia, kita tetap bersama," kata Gatot Sadewo Ketua TPPS TPS 11 kampung bola Rt 15 Tegalrejo. Selasa. (16/04/19).

Gatot juga menuturkan, mekanisme masyarakat untuk menyoblos akan sedikit unik. Bagaimana tidak, ketika berkunjung Tempat Pemilihan Suara (TPS) warga memakai kaos timnas Indonesia. Menurutnya mereka akan mengenkan kaos klub bola kesukaannya masing-masing baik itu Timnas ataupun klub lain yang mereka suka. "Yang penting nuansanya bola. TPS kami didisain dengan dekorasi bola," lanjutnya.

Pantauan krjogja.com, TPS di kampung bola Tegalrejo juga terlihat desian kedua pasangan calon presiden dan wakilnya. Dimana dari gampar tersebut terlihat kedua pasangan saling bergandengan menggunakan kaos Timnas dan dibuat seunik mungkin.

Selain itu, pihaknya juga melihat konstelasi [politik] sangat panas di berbagai media sosial. Namun tidak bagi kampung Bola apapun pilihannya mereka akan tetap bersatu.

Adapun menurut Galih (desainer), gambar yang  dilukis memiliki arti bagi kedua calon presiden dan juga para pendukungnya. " Artinya bahwa kita semua harus bersatu saling merangkul apapun yang terjadi," kata Galih kepada krjogja.com.

"Kita manfaatkan lagi [kampung bola] pada Pemilu 2019. Kalau kita ingat lagi, Kampung Bola adalah [media] untuk menghilangkan sekat, perbedaan pendapat, perbedaan suku agama ras, yang akan menimbulkan kita saling tidak kompak," tambah Galih

Dari informasi yang diperoleh, kampung Bola digunakan pemilu baru tahun 2019. Sebelumnya belum pernah. Selain itu, sore ini juga terlihat berbagai aksesoris bolabola, nametag, didesain warna-warni dengan tulisan KPPS 1 TPS 11 RT15 Tegalrejo Kampung Bola. (Ive)