Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 17 April 2019 / 04:14 WIB

OJK Atur Iklan Produk Jasa Keuangan

 

JAKARTA, KRJOGJA.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK(  mengeluarkan pedoman tentang iklan produk dan atau layanan jasa keuangan ( LJK). Dalam pedoman tersebut ada 3 kriteria iklan yakni akurat, jelas dan tidak menyesatkan.

"Pedoman iklan tersebut harus  akurat, jelas dan tidak menyesatkan,” Deputi Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sarjito, di Jakarta, Selasa (16/4).

Dikatakan,  pengaturan ini perlu dilakukan agar LJK menjual produknya dengan penawaran yang tidak merugikan. Adapun landasan hukum dari  pedoman ini tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 1/POJK.07/2013 tentang Perlindungan Konsumen Sektor Jasa Keuangan.

Sarjito mengungkapkan, iklan yang akurat harus menyajikan kinerja masa lalu dan proyeksi kinerja dilarang menjanjikan keberhasilan. Kemudian, penggunaan data riset wajib mencantumkan sumber yang independen.

Dikatakan Sarjito bahwa bahasa yang iklankan oleh LJK harus mudah dipahami. Informasi mengenai produk atau layanan syariah wajib memperhatikan ketentuan berdasarkan prinsip syariah. “LJK juga wajib mencantumkan logo OJK dan pernyataan terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Serta beberapa poin lainnya,” ungkapnya.
 
Sarjito mengungkapkan jika LJK dilarang membuat iklan yang menyesatkan. Salah satu yang paling sering dilakukan oleh pengiklan adalah penggunaan kata ’gratis’. Pihaknya juga meminta agar LJK tidak menggunakan kata-kata yang berlebihan dalam iklannya. (Lmg)