Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 17 April 2019 / 03:43 WIB

Dana Pusat Turun, BPJS Kesehatan Boyolali Bayar Tunggakan

BOYOLALI, KRJOGJA.com- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Boyolali melakukan pembayaran tunggakan atau klaim hutang jatuh tempo sebesar Rp129,1 miliar kepada mitra penyedia layanan kesehatan BPJS Cabang Boyolali. 

Kepala BPJS Cabang Boyolali, Juliansyah, menjelaskan, pembayaran klaim jatuh tempo tersebut yakni untuk 238 mitra, yakni 20 rumah sakit dan 216 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), serta masing-masing dua apotek dan optik di Boyolali dan Klaten. Pembayaran dilakukan setelah BPJS Kesehatan Pusat mencairkan dana pembayaran hutang jatuh tempo, yakni Rp11 triliun untuk rumah sakit dan Rp1,1 triliun dalam bentuk kapitasi untuk FKTP. 

Dijelaskannya, pembayaran dilakukan melalui mekanisme first in first out, dimana fasilitas kesehatan yang terlebih dulu menyelesaikan berkas klaim diproses verifikasi lebih dulu dengan urutan sesuai catatan BPJS. 
"Pembayaran ini dapat dilakukan karena ada dukungan penuh dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Kesehatan," katanya sesuai sengan rilia yang diterima Kedaulatan Rakyat, Selasa (16/4).

Dengan dibayarnya tunggakan tersebut, ia berharap fasilitas kesehatan mitra BPJS Cabang Boyolali bisa optimal menjalakan kewajibannya untuk memberikan pelayanan yang prima kepada peserta JKN-KIS, diantaranya pelayanan tanpa diskriminasi sebagaimana diatur dalam regulasi. 

Ia juga mengimbau agara jangan ada generalisasi kasus pelayanan diskriminatif yang bersifat kasuistis, karena faktanya sangat banyak paserta JKN-KIS yang mendapat pelayanan sangat baik. Sehingga bagi peserta serta layanan dan tenaga kesehatan bisa sama-sama nyaman yakin akan keberlangsungan program yang saat ini masih terus diperbaiki agar bisa optimal. 

Apresiasi juga diberikan kepada mitra penyedia layanan kesehatan, atas kerjasama dan kesabarannya, hingga akhirnya masalah tunggakan ini bisa diselesaikan. (Gal)