Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Rabu, 17 April 2019 / 02:42 WIB

BPJS Kesehatan Solo Bayar Hutang Klaim Rp410,5 M

SOLO, KRJOGJA.com - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan menggelontorkan dana Rp 11 trilyun untuk membayar hutang klaim jatuh tempo kepada rumah sakit sebesar Rp 410.539.720.125. Termasuk membayar dana kapitasi dan tagihan klaim rumah sakit di Solo.

"Di wilayah kerja kantor cabang Solo terdapat 447 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan 46 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL). Pembayaran Rp 410.539.720.125,- sepanjang April 2019," jelas dr Bimantoro R, kepala BPJS Kesehatan cabang Solo, Selasa (16/04/2019).

BACA JUGA :

BPJS Kesehatan Yogyakarta Bayar Hutang Rp 157 Miliar

BPJS Kesehatan Lebih Banyak Obati Orang Kaya, Benarkah?

Bimantoro menjelaskan dengan telah dibayarkannya hutang klaim jatuh tempo, ia berharap pihak fasilitas kesehatan atau rumah sakit kian optimal dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada para pasien JKN KIS. "Kami selalu berkoordinasi dengan faskes untuk memberikan pelayanan terbaik."

Menurut Bimantoro munculnya defisit yang harus dibayarkan BPJS karena adanya mismatch antara iuran yang dibayarkan peserta dengan perhitungan aktuaria. Selama masih terjadi mismatch, masalah defisit masih akan muncul. Sementara terjadinya tunggakan peserta bukan penerima upah (PBPU) juga menjadi penyebab.

Dia mengatakan pembayaran terbesar yang dilakukan BPJS Solo yakni kepada Rumah Sakit Daerah Dr Moewardi disusul RSOP Dr Sorharso. Diperhitungkan dana yang dibayarkan ke RS Moewardi sekitar 20 persen dari total tagihan klaim. (Qom)