DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 16 April 2019 / 14:30 WIB

Angkasa Pura I Sosialisasi Penanganan Kedaruratan

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Perusahaan pemrakarsa pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta (BIY) atau Yogyakarta International Airport (YIA), PT Angkasa Pura (AP) I melakukan sosialisasi dan simulasi penanganan kedaruratan sebagai salah satu persiapan pengoperasian terbatas pada akhir April 2019 mendatang.

Ada dua komite yang disiapkan, Airport Emergency Committee (AEC) dan Airport Security Committee (ASC). Anggota dua komite tersebut tidak hanya berasal dari internal PT AP I, tapi seluruh komponen mulai dari penerbangan, ground support dan pihak eksternal meliputi TNI, Polri, pemadam kebakaran, rumah sakit dan unsur lainnya.

“Kami melakukan table top, apabila terjadi keadaan darurat, maka sudah tahu cara penanggulangannya. Kami praktikkan, jadi seluruh instansi terkait diundang hari ini. Total sekitar 200 orang, mengikuti sosialisasi tentang airport emergency planing atau rencana penanggulangan keadaan darurat,” tegas Juru Bicara Proyek Pembangunan YIA sekaligus General Manager Bandara Adisutjipto Yogyakarta Agus Pandu Purnama.

Hal lain yang dilakukan dalam persiapan operasional terbatas yakni bertemu dengan seluruh airline atau maskapai menerbangan dan ground support pada 22 April terkait Hazaard Identification Risk Assessment (HIRA) untuk melakukan asesmen dan pada 26 April disimulasikan untuk full operation. Semua komponen akan dilibatkan termasuk transportasi darat yakni Bus Damri dan kereta api dalam simulasi nanti.

Rencananya akan memberangkatkan sekitar 175 orang. Rencananya maskapai Garuda Indonesia juga akan melakukan penerbangan simulasi atau ujicoba pendaratan di YIA.

“Jadi mereka harus memastikan bagaimana keamanannya, keselamatan penerbangannya. Begitu mereka sudah melihat dan sesuai standard, maka bisa lebih yakin melakukan operasi penerbangan. Tanggal 26 April kami juga akan melaksanakan simulasi untuk full operation, semua ikut dalam simulasi termasuk moda transportasi pendukung bandara seperti PT Kereta Api Indonesia dan Damri mereka akan coba jalan,” jelasnya.

Pada 29 April, PT AP I mengadakan inaugurasi (peresmian), tentunya seluruh parameter mulai verifikasi Kementerian Perhubungan dan semuanya sudah terpenuhi. “Memang dari temuan-temuan verifikasi ada hal-hal yang sifatnya minor, tapi di 15 April semua sudah kami selesaikan. Setelah inaugurasi, seluruh penerbangan international pindah ke YIA,” kata Pandu.

Project Manager Pembangunan YIA Taochid Purnama Hadi mengatakan, kemajuan pembangunan untuk international operation sudah mencapai 97 persen sementara untuk keseluruhan operasional baru sekitar 47 persen. Untuk operation minimum atau operasional terbatas pada 29 April baru akan menggunakan terminal seluas 12.920 m2 untuk penerbangan internasional. (Rul)