DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 16 April 2019 / 13:54 WIB

Pemungutan Suara, Fase Sangat Krusial

BANTUL, KRJOGJA.com - Kapolda DIY Irjen Pol Drs Ahmad Dofiri MSi minta agar anggota Polri yang bertugas mengamankan TPS datang lebih awal. Sehingga bisa mengecek kesiapan di TPS dan mengkoordinasikan hambatan di lapangan. Hal ini lantaran pemungutan suara merupakan fase paling krusial.

"Lakukan koordinasi pengamanan dengan linmas, TNI dan komponen pendukung lain di TPS. Apabila terdapat permasalahan di lokasi TPS, itu bukan menjadi domain Polri, tapi apabila atas permintaan atau ijin dari ketua KPPS, baru petugas Pam TPS dapat memasuki lokasi pungut suara," ujar Kapolda DIY dalam amanatnya yang dibacakan Waka Polres Bantul Kompol Ahmad Nanang Wibowo SIK MM.

Petugas Pengamanan TPS diminta segera mempelajari tipologi wilayah penugasan dengan menggalang potensi masyarakat. Tugas dalam mengamankan TPS, merupakan tugas di masa operasi khusus. Jika terdapat anggota tidak melaksanakan tugas atau meninggalkan tanggung jawab sebelum tugas selesai, tandasnya, bisa diberikan sanksi tegas.

Ahmad Dofiri menjelaskan, personel pengamanan TPS sekadar bertugas mengamankan lokasi di luar TPS. "Kepolisian tidak punya wewenang untuk masuk di dalam lokasi TPS, kecuali diminta KPPS," ujarnya.

Diakuinya, tahapan pemungutan suara merupakan fase sangat krusial karena masyarakat akan mendatangi TPS memberikan suaranya. Sehingga perlu pengamanan maksimal dari Polri dibantu TNI. Dalam pemungutan suara Pemilu 2019 ini, Polda DIY menurunkan 6.688 personel. (Roy)