DIY Editor : Danar Widiyanto Selasa, 16 April 2019 / 15:50 WIB

BPJS Kesehatan Yogyakarta Bayar Hutang Rp 157 Miliar

BANTUL, KRJOGJA.com - BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta membayar hutang tagihan Fasilitas Kesehatan (Faskes) Tingkat Pertama dan Tingkat Lanjut bulan April per 15 April 2019 sejumlah Rp 157,05 miliar. Faskes dan rumah sakit di wilayah Bantul, Kota Yogyakarta dan Gunungkidul pun diminta memberikan layanan prima tak lagi ada diskriminatif pada peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) - Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta Dwi Hesti Yuniarti mengatakan total ada 206 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerjasama hingga saat ini. Sementara untuk rumah sakit yang menjadi Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjut (FKTL) berjumlah 31.

“Untuk April ini kita telah keluarkan Rp 157,05 miliar terdiri dari Rp 12,63 miliar untuk kapitasi, Rp 2,25 miliar untuk non kapitasi dan Rp 142,17 miliar untuk klaim rumah sakit. Total untuk 206 FKTP dan 31 FKTL,” ungkapnya dalam konferensi pers di kantor kawasan Gedongkuning Banguntapan Selasa (16/4/2019).

BPJS Kesehatan Yogyakarta pun berharap, dengan pembayaran yang telah sesuai dengan perundangan tersebut, faskes dan rumah sakit memberikan penanganan yang prima pada pasien. Pasalnya, tak dipungkiri masih ada saja kabar perlakuan diskriminasi antara pasien mandiri dengan peserta BPJS Kesehatan.

“Kita masih sering dengar ada cerita-cerita diskriminatif ya, namun harapannya dengan kami menyampaikan bahwa BPJS Kesehatan memberikan pembayaran sesuai amanat undang-undang seluruh pihak termasuk faskes dan rumah sakit semakin yakin. Seluruh tagihan dibayar, ini perlu kami sampaikan. Jangan lagi ada diskriminasi pada peserta BPJS Kesehatan,” sambung dia.

Kepada wartawan, BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta juga menyampaikan bawasanya selama ini pihaknya secara tertib melakukan pembayaran hutang baik kapitasi maupun tagihan klaim pada faskes anggota. “Kalau ada yang belum biasanya karena ada administrasi yang belum lengkap dari pihak faskesnya, kami verifikasi itu maksimal 15 hari kok tidak lama sesuai peraturan,” tandasnya.

Sejak Januari hingga April 2019 sendiri BPJS Kesehatan Cabang Yogyakarta telah membayar tagihan Rp 428,9 miliar untuk faskes yang terdaftar sebagai anggota. Sementara terkait iuran kepesertaan sampai saat ini telah mencapai lebih dari 90 persen kecuali untuk kategori mandiri yang baru berada di angka 75 persen.

“Kita sedang berusaha kejar juga untuk kepesertaan mandiri baik kelas 1, 2 maupun 3. Karena total 25 persen potensi yang belum terbayar itu sekitar Rp 152 miliar. Dana itu masih di luar kan berarti,” tutup Dwi Hesti. (Fxh)