DIY Editor : Agus Sigit Selasa, 16 April 2019 / 12:45 WIB

Awas! Mie Basah Berformalin Masuk Jogja

YOGYA, KRJOGJA.com - Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DIY menemukan 50 kilogram mie basah berformalin yang beredar di pasaran. Mie berformalin ini diketahui diperoleh dari produsen mie di Magelang

Kepala Balai Besar Pom DIY Dra. Rustyawati menuturkan pihaknya sudah melakukan pengawasan diberbagai tempat khususnya pasar-pasar mengenai adanya pelanggaran pangan atau bahan olahan yang membahayakan konsumen.

"Pengawasan kami sudah cukup lama hampir bertahun tahun. Akhinya mau tidak mau kita harus ada upaya tegas lagi yaitu upaya penindakan jika terjadi pelanggaran," kata Rustyawati kepada para wartawan disela pemusnahan mie berformalin di Kompleks BBPOM DIY, Selasa (16/04/19). 

Menurutnya Penindakan tersebut dilakukan pada 19 Maret 2019 di sebuah pasar Niten Kabupaten Bantul. Setelah ditelusuri, mie tersebut didapat dari produsen yang berasal dari Magelang.

"Produksinya di Magelang. Tapi Magelang itukan bukan wilayah hukum kami jadi kami berkoordinasi dengan balai besar pom di Jateng untuk ditindaklanjuti," tambahnya.

Mie berformalin dimusnahkan Oleh BBPOM DIY. (Foto: Evi Nur)

Total ada 50 kg mie berformalin yang dijual di pasar Niten. Namun yang dapat disita oleh BBPOM DIY sebanyak 29,5 kilo karena menurut keterangan sebagian sudah terjual kepada para pedagang. Menurutnya, jika tidak ada penindakan serius kepada para produsen, pada akhirnya pelanggaran ini akan terus ada. Upaya terakhir yang akan dilakukan pihaknya sebagai pengawas, yaitu melakukan penindakan sesuai payung hukum yang berlaku.

" Harus diproses hukum, ini mengacu dalam undang -undang perlindungan konsumen hukumannya 5 tahun penjara maksimum atau denda 2 milyar," tegasnya.

" Kami lihat dari Maret sampai sekarang hampir satu bulan belum juga membusuk jadi itu terbukti mengandung formalin. Kalau tidak, pasti sehari saja mie sudah membusuk," tambahnya. (Ive)