Peristiwa Editor : Agus Sigit Selasa, 16 April 2019 / 10:05 WIB

Pekerja Alih Daya Dilindungi Jamsos Ketenagakerjaan

JAKARTA, KRJOGJA.com - Ketua Asosiasi Bisnis Alih Daya Indonesia (Abadi) Mira Sonia menyatakan komitmennya untuk melindungi pekerja alih daya (out sourcing) dari risiko kerja, seperti kecelakaan dan kematian dengan menyertakan mereka dalam program BPJS Ketenagakerjaan.

"Mendapatkan perlindungan jaminan sosial merupakan hak normatif pekerja, apa pun statusnya karena risiko kerja, seperti kecelakaan, kematian, menjadi tua dan pensiun adalah keniscayaan dan membayangi setiap waktu," tutur Mira dalam CEO Coffee Morning di Jakarta, Senin (15/4/2019).

Pada acara tersebut dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK) dengan Abadi untuk mewujudkan implementasi jaminan sosial ketenagakerjaan yang lebih baik, tertib administrasi dan pendaftaran, serta sosialisasi kepada para perusahaan anggota.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (BPJS TK), E Ilyas Lubis mengapresiasi 150 perusahaan penyedia jasa alih daya anggota Asosiasi Busnis Alih Daya Indonesia (Abadi) yang berdedikasi kuat memberikan perlindungan jaminan sosial (Jamsos) ketenagakerjaan kepada para pekerjanya.

Keberadaan pekerja alih daya ini merupakan solusi bagi banyak perusahaan dan jumlahnya tercatat sebanyak 7.021 perusahaan. "Dari jumlah itu baru 4.934 perusahaan yang telah dilindungi jaminan sosial secara menyeluruh kepada pekerjanya," kata Ilyas dengan menyebutkan, yang menyatakan komitmennya untuk menyertakan pekerja alih daya dalam program BPJS TK adalah Abadi. 

Momen ini merupakan wujud dari cita-cita luhur para anggota Abadi dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada seluruh pekerja alih daya di Indonesia. "Kami berharap dengan kerja sama yang dilakukan ini dapat meningkatkan kepatuhan dan juga kesadaran dari masyarakat pekerja atas manfaat dari program BPJS Ketenagakerjaan," tandas Ilyas. (Ful)