DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 15 April 2019 / 17:57 WIB

Seluruh Wilayah Gunungkidul Telah Steril APK

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul melakukan penertiban alat peraga kampanye (APK) dan sejenisnya, serta memperbolehkan masyarakat dan pemilik partai peserta pemilu melakukan pencopotan secara mandiri.

Sejak memasuki minggu tenang seluruh APK sudah diturunkan sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nomor 23 Tahun 2018 Pasal 34 ayat 8, APK harus diturunkan peserta Pemilu paling lambat satu hari sebelum hari pemungutan suara. “Jika masih ada APK yang terpasang, kami mempersilakan kepada masyarakat untuk mencopoti,” kata Komisioner Pengawas, Humas dan Antar Lembaga, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul Rosita.

Sementara itu, pelaksanaan penertiban dan pencopotan alat peraga kampanye dilakukan Bawaslu dengan melibatkan aparat terkait. Dari hasil pantauan lapangan yang dilakukan Bawaslu, penertiban dan pencopotan APK oleh masing-masing peserta pemilu dibantu masyarakat berjalan sesuai dengan harapan.

Baik di desa-desa, sepanjang ruas jalan utama maupun berbagai wilayah sudah terlihat bersih dari alat peraga kampanye. Bahkan Sekretaris DPC Partai Golkar Gunungkidul Heri Nugroho SS juga mengakui bahwa aturan menurunkan APK pada hari tenang sudah dilakukan bersama. “Khusus di jajaran internal kami sudah melakukan penertiban APK secara mandiri bersama dengan partai peserta pemilu lainnya,” imbuhnya.

Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos juga menyambut baik adanya kepatuhan penertiban APK pada masa tenang ini. Sedangkan dalam proses pemilihan umum ini pihaknya bersikap netral dan tidak memihak partai maupun pasangan calon presiden manapun. Karena itu dia juga mengimbau kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) agar bisa menjadi panutan dalam menggunakan hak pilih.

Terkait dengan netralitas ASN sudah ada regulasi dan sanksi jelas bagi ASN yang terlibat dalam politik praktis. Dengan pelaksanaan pemilu, walau pun pilihan masingmasing berbeda harus meningkatkan persatuan dan kesatuan. “Kita berharap pelaksanaan pemilu berlangsung kondusif, aman, nyaman sehingga pelaksana pemilu berjalan dengan demokratis sukses dan berkualitas,” ucapnya.

Terpisah Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuady SIK menyatakan, terkait dengan pelaksanaan pengamanan pemilu sudah menerjunkan anggotanya untuk bergabung dengan tim pengamanan terpadu. Sedangkan terkait dengan hasil pemetaan terdapat 7 Tempat Pemungutan Suara (TPS) masuk dalam kategori rawan dan 1 TPS dianggap khusus karena di lembaga pemasyarakatan (LP) sudah mendapat perhatian khusus. “Kita berharap pelaksanaan Pemilu 2019 berlangsung aman dan tertib,” terangnya.

Pola pengamanan TPS disesuaikan dengan kondisi wilayah dan tergantung jarak dan kondisi TPS. Formulasi pengamanan diterapkan dari pola 2 anggota polisi mengawasi 5 TPS dan 10 linmas. Juga pola 2-1-2, jadi setiap TPS dijaga 2 polisi dan 2 linmas. (Bmp/Ded)