DIY Editor : Ivan Aditya Selasa, 16 April 2019 / 03:52 WIB

KPU Tak Gelar Perhitungan Cepat

YOGYA, KRJOGJA.com - Parpol peserta pemilu dituntut memahami mekanisme konversi suara ke kursi legislatif. Namun demikian, parpol tetap harus menunggu keputusan akhir dari KPU terkait jumlah kursi yang diperoleh. Hal ini guna menghindari potensi munculnya saling klaim antar parpol maupun antar caleg.

Komisioner KPU Kota Yogya Erizal, menuturkan mekanisme konversi suara ke kursi pada Pemilu 2019 menggunakan metode Sainte Lague. Metode ini berbeda dengan sistem Pemilu 2014 lalu yang menerapkan Bilangan Pembagi Pemilih (BPP).

"Kemarin kami juga sudah simulasikan metode Sainte Lague ke parpol. Mereka ternyata sudah cukup memahami," tuturnya.

Melalui metode tersebut, perolehan kursi akan ditentukan dengan membagi total suara sah yang diperoleh parpol dengan bilangan pembagi 1. Kemudian diikuti secara berurutan dengan bilangan ganjil 3, 5, 7, dan seterusnya.

Khusus untuk kursi DPR RI, yang akan dikonversikan ke dalam kursi hanya bagi parpol peraih suara di atas ambang batas, yakni minimal empat persen dari total suara sah secara nasional. Otomatis, bagi parpol yang suara sahnya di bawah ambang batas, tidak akan mendapat kursi di DPR RI.

Sementara bagi kursi legislasi di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, tidak diterapkan ambang batas. Sehingga seluruh suara sahnya bisa langsung dikonversikan menjadi kursi menggunakan metode Sainte Lague.

"Untuk memudahkan proses konversi, kami akan membagi jumlah suara sah tiap parpol dengan bilangan pembaginya sampai habis terlebih dahulu. Sehingga nanti bisa dilihat secara jelas rankingnya," kata Erizal.

Setelah jumlah kursi tiap parpol diketahui, maka penentuan caleg yang terpilih juga diurutkan dari hasil perolehan suara terbanyak. Oleh karena itu, nomor urut caleg tidak menjadi jaminan melainkan suara yang diperolehnya.

Terkait mekanisme rekapitulasi suara, menurut Erizal, KPU tidak akan menyelenggarakan pola quick count atau perhitungan cepat. Melainkan akan menerapkan real count berdasarkan hasil rekapitulasi plano C1 dari tiap TPS. Hasil itu pun akan langsung digabung dalam tabulasi nasional.

"Setelah direkap di tiap TPS, hasilnya langsung dibawa ke kecamatan. Rekapitulasi tingkat kecamatan kami jadwalkan pada 19 April 2019 selama lima hari, kemudian dilanjutkan di tingkat kota," jelasnya. (Dhi)