Olahraga Editor : Ivan Aditya Senin, 15 April 2019 / 21:11 WIB

Yogya Punya Sekolah Khusus Kiper, Pelatihnya Legenda PSIM

YOGYA, KRJOGJA.com - Peran penjaga gawang atau kiper dalam sepakbola modern begitu penting tak hanya bertugas mengamankan tim dari kebobolan gol saja. Namun, di Yogyakarta khususnya, penjaga gawang belum disiapkan dengan baik yang membuat bakat-bakat muda tak terasah dengan baik.

Manuel Neuer kiper Bayern Munchen misalnya, memulai latihan menjadi kiper di usia lima tahun bersama klub Schalke 04. Tak heran bila bakat yang luar biasa dipadukan dengan latihan konsisten dengan program sejak dini membuatnya menjadi kiper salah satu terbaik di dunia saat ini.

Hal inilah yang coba ditangkap Ahmad Fahrizal Manajer SSB IM Naturindo untuk kemudian membuat kelas khusus penjaga gawang. Tak tanggung-tanggung, ia mengajak serta legenda kiper PSIM Oni Kurniawan untuk menjadi pelatih.

“Kami melihat selama ini di sekolah sepakbola, kiper selalu dinomor duakan, mereka hampir tak pernah mendapat latihan khusus padahal itu sangat penting dalam sepakbola modern. Karena itu kemudian muncul ide membuat kelas khusus kiper dan kebetulan pelatihnya salah satu legenda PSIM, Oni Kurniawan,” ungkapnya pada KRJOGJA.com usai latihan di Stadion Kridosono, Senin (15/04/2019).

Baru sebulan dibentuk, kelas khusus kiper ini mendapat respon positif dari anak-anak berbagai usia yang memiliki minat menjadi seorang penjaga gawang. Tak heran dalam sekali latihan meski hanya seminggu dua kali, Senin dan Rabu namun jumlah kiper cilik yang ikut mencapai 12-20 orang.

“Menariknya, kami tak mengharuskan kiper-kiper ini ikut sekolah sepakbola di kami, tapi bisa berasal dari berbagai klub di DIY karena tujuannya memberikan pemahaman dan latihan menyeluruh menjadi seorang penjaga gawang. Anak-anak yang datang ini berasal dari berbagai sekolah sepakbola di DIY,” sambung dia.

Sementara berbincang terpisah, Oni Kurniawan yang dua tahun terakhir pensiun dari PSIM menyambut antusias adanya sekolah khusus kiper di Yogyakarta. “Saya bisa berbagi ilmu dan pengalaman pada anak-anak yang memang punya minat jadi kiper. Harapan besar di kemudian hari mereka bisa muncul sebagai kiper-kiper hebat di kancah sepakbola profesional,” ungkap kiper yang selalu mengenakan kostum nomer 21 ini. (Fxh)