DIY Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 16 April 2019 / 08:38 WIB

Berikut, Catatan Pemilu di Indonesia dari Masa ke Masa

SEJAK merdeka 73 tahun silam, tepat pada 17 Agustus 1945, Indonesia telah menyelenggarakan Pemilihan Umum (Pemilu) sebanyak 11 kali hingga tahun 2014. Sedangkan pemilu tahun 2019 yang akan digelar Rabu (17/04/2019)menjadi tahun ke-12 terselenggaranya pesta demokrasi bagi seluruh rakyat Indonesia.  Berikut ini rentetan Pemilihan Umum (Pemilu) pertama hingga 2014 :

Pemilihan Umum 1955

Pemilihan Umum pertama di Indonesia terjadi pada masa Demokrasi Parlementer, kabinet Burhanuddin Harahap (1955). Pemilu pertama ini, dilakukan ditengah situasi pemerintahan yang belum kondusif akibat gagalnya pemerintah baru untuk menyiapkan perangkat Undang-Undang Pemilu. Pemungutan suara dilakukan dua kali, untuk memilih anggota DPR pada 29 September 1955 dan untuk memilih anggota Dewan Konstituante pada 15 Desember 1955.

Jumlah peserta pemilu anggota DPR diikuti 118 peserta, terdiri dari 36 partai politik (parpol), 34 organisasi kemasyarakatan, dan 48 perorangan. Sedangkan untuk Pemilu anggota Konstituate diikuti oleh 91 peserta yang terdiri dari 39 parpol, 23 organisasi kemasyarakatan dan 29 peserta perseoranagan. Partai Politik tersebut antara lain : Partai Komunis Indonesia (PKI), Partai Islam Masjumi, Partai Buruh Indonesia, Partai Rakyat Djelata, Partai Kristen Indonesia (Parkindo), Partai Sosialis Indonesia, Partai Rakyat Sosialis, Partai Katholik Republik Indonesia (PKRI), Persatuan Rakyat Marhaen Indonesia, Partai Sosialis da Partai Nasional Indonesia (PNI).

Pemilihan Umum 1971

Pemilihan Umum kedua terjadi pada Masa Orde Baru. Pemilu tersebut dilaksanakan pada 5 Juli 1971 untuk pemilihan anggota DPR dengan sistem perwakilan berimbang (proporsional) dengan stelsel daftar. Terdapat 10 parpol yang mengikuti pemilu tersebut, antara lain: Partai Nadhalatul Ulama, Partai Muslim Indonesia, Partai Serikat Islam Indonesia, Persatuan Tarbiyah Islamiiah, Partai Nasionalis Indonesia, Partai Kristen Indonesia, Partai Katholik, Partai Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia, Partai Murba dan Sekber Golongan Karya.

BACA JUGA :

Pemilu Tahun 1955 dan 1999 Dianggap Paling Demokratis, Benarkah?

 

Pemilihan Umum 1977

Pada Pemilu kedua yang terjadi di Masa Orde Baru, pemilihan tahun 1977 diselenggarakan pada 2 Mei 1977. Pemilu ini masih menggunakan sistem yang serupa dengan Pemilu 1971 yaitu, perwakilan berimbang (propporsional). Terjadi fusi (peleburan) partai politik peserta Pemilu 1971, sehingga hanya diikuti 3 peserta, yaitu:

1. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang merupakan fusi dari partai NU, Parmusi, Perti, dan PSII.

2. Partai Golongan Karya (GOLKAR)

3. Partai Demokrasi Indonesia (PDI) yang merupakan fusi dari PNI, Parkindo, Partai Katolik, Partai IPKI dan Partai Murba.


Pemilihan Umum 1982

Pemilu 1982 diselenggarakan pada 4 Mei 1982. Sistem yang digunakan pada pemilu ketiga Masa Orde Baru ini, masih serupa dengan Pemilu dua periode sebelumnya. Jumlah peserta pada Pemilu ke-3 ini juga masih berjumlah tiga peserta yang sama, yaitu PPP, Golkar, dan juga PDIP.

 

Pemilihan Umum 1987

Pemilu tahun 1987 diselenggarakan pada 23 April 1987. Tidak ada perbedaan yang terlihat pada Pemilu tahun 1987 karena sistem yang digunakan serta peserta parpol yang sama, yaitu PPP, Golkar, dan PDIP.

Pemilihan Umum 1992

Pemilu ke-5 pada Masa Orde Baru ini, diselenggarakan pada 9 Juni 1992. Sistem yang digunakan belum mengalami perubahan yaitu sistem perwakilan berimbangan (porporsional) dengan peserta yang masih serupa dengan pemilihan umum sebelumnya, yaitu PPP, Golkar dan PDIP

Pemilihan Umum 1997

Pemilu terakhir pada Masa Orde Baru ini dilaksankan pada 29 Mei 1997. Belum terjadi perubahan pada sistem pemilihan dan juga peserta pemilihan. Parpol yang mengikuti pemilu 1997 adalah PPP, Golkar dan PDIP.

Pemilihan Umum 1999

Pemilihan Umum 1999 menjadi pemilihan pertama pada Masa Reformasi. Pemilu dilaksanakan pada 7 Juni 1999 yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Pemilu 1999 menjadi awal kebangkitan demokrasi yang terbukti melalui jumlah peserta yang ikut dalam pemilihan. Terdapat 48 Partai Politik menjadi peserta pemilu saat itu.

Pemilihan Umum 2004

Pada Pemilihan Umum 2004 memungkinkan masyarakat dapat secara langsung memilih DPR, DPD, DPRD serta Presiden dan Wakil Presiden. Pemilu 2004 diselenggarakan secara serentak pada tanggal 5 April 2004 untuk memilih 550 anggota DPR, 128 Anggota DPD serta DPRD periode 2004-2009. Sedangkan untuk pemilihan presiden dan wakil presiden dilaksanakan pada 5 Juli 2004 (putaran I) dan 20 September 2004 (putaran II). Sistem yang digunakan pada pemilu 2004 adalah perwakilan berimbang (proporsional) dengan sistem daftar calon terbuka

Peserta Pemilu untuk Calon Anggota DPR, DPD, serta DPRD diikuti sebanyak 48 partai politik. Sedangkan untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden terdapat 5 peserta pada putaran I dan hanya ada 2 pasangan yang lolos pada putaran ke-2 yaitu, Megawati Soekarnoputri yang berpasangan dengan K.H Ahmad hasyim Muzadi serta pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Jusuf Kalla.

Pemilihan Umum 2009

Pemilu 2009 merupakan Pemilihan Umum ketiga pada masa reformasi yang diselenggarakan serentak pada tanggal 9 April 2009 untuk memilih 560 anggota DPR, 132 Anggota DPD serta DPRD se-Indonesia periode 2009-2014. Sedangkan untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden dilaksanakan pada 8 Juli 2009 yang hanya berlangsung satu putaran.

Peserta pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD tahun 2009 diikuti oleh 44 Partai Politik (Parpol), yang terdiri dari 38 partai nasional dan 6 partai lokal Aceh.

Sedangkan untuk Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, terdiri dari 3 pasangan calon , yaitu, Pasangan Megawati Soekarnoputri dan Prabowo Subianto, Pasangan SBY dan Boediono, serta Jusuf Kalla yang berpasangan dengan Wiranto.

Pemilihan Umum 2014

Pemilu 2014 dilaksanakan serentak pada tanggal 9 April 2014 untuk memilih 560 anggota DPR dan 132 anggota DPD serta DPRD se-Indonesia periode 2014-2019. Tiga bulan setelah penyelenggaran Pemilu legislatif, atau tepatnya pada 9 Juli 2014 Pemilihan Umum untuk Presiden dan Wakil Presiden dilakukan.

Terdapat sepuluh Partai Politik yang mengikuti Pemilu 2014, yaitu : Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Demokrat, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Partai Golongan Karya (Golkar), Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Nasional Demokrat (Nasdem) serta Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Selain itu, terdapat dua pasangan peserta yang mengikuti pemilu 2014, antara lain Joko Widodo dengan Jusuf Kalla melawan pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. (*)