DIY Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 15 April 2019 / 20:27 WIB

Dies Natalis UNY Pecahkan Rekor MURI 'Jathilan'


SLEMAN, KRJOGJA.com - Mengusung tema inovasi pendidikan untuk Indonesia, Dies Natalis UNY akan menggelar festival Jathilan pada Hari Pendidikan Nasional (02/05).  Sebanyak 3.500 penari yang direncakan hadir dalam festival tersebut, akan memecahkan rekor MURI sebagai Festival Jathilan dengan penari terbanyak.

"Festival jathilan tersebut akan memecahkan Rekor MURI. Sebagai festival jathilan paling meriah," ungkap Prof. Sutrisna Wibawa selaku Rektor dalam Konferensi Pers Dies Natalis di FE UNY, Senin (15/02/2019).

Untuk menghadirkan penari dengan jumlah tersebut, UNY membuka pendaftaran penari festival Jathilan secara online. Civitas akademik UNY, komunitas, penari profesional, hingga masyarakat umum, disebutnya tinggal membuka website festunyjathil.uny.ac.id melalui gadget dan laptop masing-masing.

Mereka yang berminat bisa langsung mendaftar di website tersebut. Proses pendaftaran pun disebut Sutrisna relatif mudah. Hanya perlu mengisi blangko biodata sebagai persyarataan, yang memakan waktu tak lebih dari lima menit.

Setelah tuntas mengisi persyaratan, para pendaftar secara resmi terdaftar sebagai peserta festival. Mereka langsung bisa mempelajari gerakan jathilan untuk festival, secara online melalui video tutorial yang sudah diupload Panitia Dies Natalis UNY ke Youtube.

"Mereka juga akan diundang setiap Jumat pagi di halaman rektorat UNY untuk mengikuti pelatihan jathilan. Festival ini terbuka agar semua bisa ikut dan bergembira," imbuh Dr. Sugiharsono selaku Dekan FE.

Festival tersebut akan melengkapi 52 agenda yang digelar dalam rangka Dies Natalis UNY. Dengan acara bervariasi layaknya peluncuran buku, seminar, senam, gelar produk, festival dalang cilik, pagelaran, wayang kulit, hingga konser menggunakan tiket IPK.

Dengan digelarnya festival tersebut secara terbuka, semua pihak diharapkan dapat turut serta melestarikan budaya Jathilan. Sehingga muncul rasa memiliki dan mencintai terhadap Jathilan sebagai kearifan lokal Yogyakarta, sekaligus kepada pencapaian rekor MURI yang akan menjadi prestasi bersama. (Kra-02)