Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 15 April 2019 / 23:15 WIB

Pemerintah Adakan Perayaan Hari Warisan Dunia 2019

JAKARTA, KRJOGJA.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan kembali menggelar perayaan Hari Warisan Dunia yang jatuh pada tanggal 18 April 2019 nanti.

Demikian Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Nadjamuddin Ramly saat Taklimat Media Hari Warisan Dunia 2019 di Kantornya , Jakarta, Senin (15/4) Perayaan Hari Warisan Dunia yang jatuh pada tanggal 18 April 2019. Tema yang diangkat pada tahun ini adalah rural landscape atau lanskap pedesaan.


Hal ini karena salah satu warisan dunia Indonesia adalah lanskap budaya Provinsi Bali yaitu sistem subak. Namun, tidak melupakan warisan dunia Indonesia lainnya, termasuk situs-situs yang ada dalam daftar sementara juga akan terlibat dalam perayaan tahunan ini.

"Perayaan Warisan Dunia kami fokuskan di baki. Jadi Denpasar dan sekitarnya dengan berbagai kegiatan-kegiatan. Khususnya juga kenapa di Bali kami hadirkan juga anak-anak muda untuk melihat lebih dekat subak yang ada di Bali," kata Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya, Nadjamuddin Ramly .

Sistem subak sendiri adalah bagian dari sistem pertanian tradisional Bali. Selain itu, sistem subak sebagai perwujudan filosofi Tri Hita Karana yang merupakan falsafah hidup yang dianut masyarakat Bali dan sudah mendapat perhatian dunia. Subak telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan dunia Indonesia sejak tahun 2012.

Perayaan Hari Warisan Dunia 2019 di Bali akan dilaksanakan di Pura Ulun Danau Batur dan Danau Batur di Kabuoaten Bangli, Lanskap Subak dan Pura Subak di sepanjang DAS Pakerisan di Kabupaten gianyar, Kawasan Caturangga Batukaru di Kabuoaten Tabanan dan Buleleng, serta Pura Taman Ayun di Kabupaten Badung. "5 Kabupaten di Provinsi Bali itu kawasan Subak. Rural lanskap, kawasan perdesaan yang di dalamnya ada persawahan yang indah," ujarnya.

Nantinya para anak muda dari seluruh Indonesia akan memeriahkan perayaan Hari Warisan Dunia 2019 ini. Akan ada banyak rangkaian acara yang akan dilaksankan. Dari mulai pameran hingga berbagai seminar dari para pemerhati warisan dunia Indonesia.

"Kami hadirkan kurang lebih seratus anak muda. Dalam rangkaian acara juga ada seminar, kemudian seminar internasional, seminar bersama dengan pemangku kepentingan yang ada di sekitar subak. Seminar dengan teman-teman pemerhatu warisan dunia," ucapnya. (Ati)