Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 15 April 2019 / 20:12 WIB

PAD Sektor Wisata Meningkat, Benahi Fasilitas Pengunjung

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Sektor pariwisata memasok pendapatan ke kas daerah Kabupaten Karanganyar Rp 2,2 miliar pada 2018. Sedangkan untuk sektor pariwisata pada tahun ini, anggaran signifikan terkucur ke Candi Ceto dan Candi Sukuh.

“Tahun ini, Dinas Pariwisata menerima anggaran Rp 2,3 miliar dan Rp 900 juta untuk meningkatkan sektor pariwisata. Anggaran tersebut nantinya untuk menyelesaikan pemugaran Candi Sukuh. Sifatnya melengkapi. Ada taman parkir untuk mobil, dan juga kios suvenir untuk pengunjung. Di kios itu menjual ciri khas Karanganyar seperti kuliner dan kerajinan,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Karanganyar, Titis Sri Jawoto, Senin (15/4).

Pengelolaan Candi Sukuh di Desa Berjo, Ngargoyoso dikerjasamakan dengan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah. Selain itu, anggaran daerah di pos pariwisata itu juga untuk memperindah Candi Ceto di Desa Gumeng, Jenawi. Realisasinya berupa fasilitas pengunjung seperti di Candi Sukuh. Juga perbaikan jalan untuk membuka akses Candi Ceto ke petilasan Prabu Brawijaya.

Meski demikian, anggaran penunjang obyek wisata itu tak boleh dipakai ke keperluan lain. Sebenarnya, ia menginginkannya untuk sarana dan prasarana penunjang sosialisasi. Misalnya, perangkat pengeras suara bagi pemandu wisata.

Sementara itu, pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata pada tahun 2018 naik signifikan dibanding tahun 2017 Rp 1,5 miliar. Keberadaan De Tjolomadu di eks pabrik gula Colomadu ikut mendongkraknya.

Dia mengatakan, ekonomi kreatif perlu dibangkitkan untuk menyokong wisata religi dan alam di Karanganyar. Ekonomi kreatif diantaranya bentuk kekayaan budaya, cendera mata, seni, dan kuliner. “Sehingga turis tidak hanya datang ke Karanganyar hanya untuk uang tiket masuk, tapi membelikan uangnya untuk kuliner khas, cendera mata, dan lainnya yang bisa didapatkan di Karanganyar,” katanya.

Titis Sri Jawoto berharap, potensi pariwisata Karanganyar dapat tergali lebih maksimal, hingga nantinya dapat dinikmati bukannya hanya oleh wisatawan nusantara, tetapi juga wisatawan mancanegara. (Lim)