Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 15 April 2019 / 16:22 WIB

Muhammadiyah tidak Menolak Mahasiswa Non Muslim

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Lembaga pendidikan yang bernaung di bawah organisasi Muhammadiyah harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Bahkan perguruan tinggi atau sekolah Muhammadiyah lainnya tidak boleh menolak mahasiswa atau peserta didik non muslim. Meskipun Muhammadiyah sendiri merupakan organisasi Islam yang sekaligus menjadi pondasi gerakan Muhammadiyah.

"Di kawasan terjauh dimana muslim masih minoritas, seperti di NTT yang hanya sekitar 9 persen umat muslim, tapi Muhammadiyah membangun kampus. Bahkan, kita punya tiga kampus di NTT, Universita Muhammadiyah Kupang itu cukup besar,  mahasiswanya  hampir delapan ribu dan 80 persen mahasiswa non muslim," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dr H Haedar Nashir MSi, Senin (15/4).

Dalam peresmian gedung perkuliahan Kampus 3 Universitas Muhammadiyah Purworejo (UMP) di Jalan Pahlawan Km 3 Kelurahan Sucenjurutengah Kecamatan Bayan Purworejo Haedar Nashir menegaskan, hal yang perlu menjadi pegangan di balik kemajuan UMP, diantaranya nilai-nilai Islam yang menjadi pondasi gerakan Muhammadiyah. 

"Muhammadiyah merupakan gerakan Islam sehingga Islam dapat menjadi nilai hidup masyarakat dan membawa pada kemanfaataan untuk setiap manusia. Tidak terbatas pada perbedaan agama atau bahkan politik, Islam hadir menjadi rahmat bagi semesta,” paparnya. 

Kampus 3 UMP ini berdiri di atas lahan seluas 3.600 meter persegi, dimana 1.200 meter persegi sendiri merupakan tanah wakaf  H Wagiyo Ma’ruf. Dengan kontruksi bangunan berlantai tiga, Gedung baru ini memiliki fasilitas berupa 20 ruang untuk perkuliahan dan kantor serta ruang seminar.(Nar)