Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 14 April 2019 / 15:31 WIB

Kebumen Bersholawat, Rindu Suasana Damai Jelang Coblosan

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Menyambut berakhirnya masa kampanye dan berlangsungnya masa tenang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019  yang dimulai pada Minggu (14/4/2019) pukul 00.00, sejumlah komponen masyarakat Kebumen menggelar acara 'Kebumen Bersholawat Merajut Kebhinekaan NKRI' di Alun Alun Kebumen, Sabtu (13/04/2019) malam.

Acara yang dimulai sejak pukul 20.00 hingga 23.30 tersebut diikuti ribuan warga, termasuk sejumlah komunitas sholawat dari Kebumen, Purworejo, Banyumas dan Cilacap. Selain dihadiri Bupati Kebumen, KH Yazid Mahfudz, juga oleh Staf Ahli Menko Polhukam, Mayjen (Purn) Saurip Kadi, serta sejumlah pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) di Kebumen. 

"Kami menginginkan kita semua tetap berada dalam bingkai persatuan sebagai bangsa dan negara sepanjang masa tenang Pemilu hingga berakhirnya Pemilu nanti. Kami ingin suasana sejuk dan kondusif dalam menyambut pesta demokrasi nanti," ujar Ketua Panitia, KH Mukhayan, saat membuka acara tentang alasan digelarnya acara tersebut. 

Panitia menghadirkan Ketua Pengurus Pusat Mafia Sholawat, Drs KH Ali Sodiqin, untuk memimpin jalannya sholawat berjamaah yang berlangsung selama hampir 2,5 jam. Lantunan sholawat berjamaah dimulai sejak pukul 22.00 hingga 23.30.

"Dalam seminggu terakhir ini saya mencermati situasi masyarakat menjelang perhelatan Pemilu 2019, dari Provinsi Banten, kemudian Jawa Barat lalu Kebumen. Ternyata, di Kebumen situasinya 'adem' karena menyatunya ulama dan umaro serta adanya kiprah ulama milenial yang didukung oleh ulama sepuh. Kondisi seperti ini perlu ditiru oleh daerah lain," ujar Saurip Kadi, saat memberikan sambutan.

Saurip juga menegaskan bahwa Pemilu bukanlah ajang perang, melainkan agenda pemilihan pemimpin bangsa. Karena itu, warga hendaknya bijak menyikapinya, diantaranya dalam menyikapi bermunculannya hoaks atau fitnah.(Dwi)