Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 15 April 2019 / 15:23 WIB

Peserta Hanya Boleh Ikuti UTBK Dua Kali

JAKARTA, KRJOGJA.com - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir mengatakan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dilaksanakan sebanyak 24 kali namun peserta hanya boleh mengikuti maksimal dua kali.

Pada Sabtu (13/4 2019) UTBK gelombang pertama dan UTBK ini akan diselenggarakan sebanyak 24 kali," ujar Menristekdikti Mohamad Nasir di Jakarta , Sabtu (13/4/2019).

Oleh karena itu Menristekdikti sangat mengapresiasi kerja keras panitia UTBK. UTBK gelombang pertama dimulai pada tanggal 13 dan 14 April 2019, yang terdiri dari dua sesi, sesi pagi dimulai pukul 7.30 dan sesi siang dimulai pukul 12.30 waktu setempat.

Hasil dari UTBK bisa diketahui 10 hari setelah ujian. Peserta UTBK bisa mendaftar ke PTN tujuan dengan nilai tersebut.

"Untuk nilai kelulusannya diterima di suatu PTN belum bisa diketahui. Tergantung dari yang daftar, misalnya yang daftar 2.000 sementara kuota 200 maka diambil nilai yang teratas," jelasnya.

Jumlah total peserta UTBK 2019 gelombang pertama sebanyak 698.505 peserta. Dari jumlah peserta UTBK gelombang pertama tersebut yang mengikuti kelompok ujian Saintek sebanyak 374.641 peserta dan kelompok ujianSoshum sebanyak 323.864 peserta.

Untuk peserta UTBK gelombang pertama terdiri dari 516.927 peserta reguler dan 181.578 peserta Bidikmisi.Jumlah ruang ujian yang digunakan untuk gelombang pertama sebanyak 29.297 ruang di 73 PTN Pusat UTBK.

Di tempat terpisah Rifelly Dewi Astuti Kepala Humas dan KIP UI ,menjelaskan total kapasitas kursi gelombang 1 disediakan UI beserta sekolah mitra sebanyak 30.060 kursi pada UTBK dan 35.750 kursi pada gelombang 2.

"Jumlah total pendaftar UTBK 2019Gelombang Pertama adalah 28.528 peserta dan Gelombang Kedua 34.940 peserta. Pelaksanaan UTBK 2019 akan dimulai pada Sabtu, 13 April 2019, pukul 7.30 waktu setempat," jelas Rifelly.

Persaingan Saintek dan Soshum 

Rincian kapasitas yang dikelola UI untuk UTBK Gelombang Pertama (mulai 13 April 2019) adalah dari total peserta 28.528 orang, sebanyak 15.108 orang terdaftar di Kelompok Ujian Saintek dan 13.420 orang di Kelompok Ujian Sodium.

Sedangkan dari segi jenis peserta terdiri atas 27.027 peserta reguler dan 1.501 peserta Bidikmisi.

pada gelombang 2 (mulai 11 Mei 2019) akan diikuti peserta ujian sebanyak 34.940 orang  terdiri atas 14.460 peserta Kelompok Ujian Saintek dan 20.480 peserta Kelompok Ujian Soshum.

Dari jumlah tersebut, 30.730 orang merupakan peserta reguler dan 4.210 orang adalah peseta Bidikmisi.

Materi HOTS tes UTBK

Materi UTBK 2019 adalah Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Kemampuan Akademik (TKA). TPS mengukur kemampuan kognitif, yang terdiri atas kemampuan penalaran umum, pengetahuan kuantitatif, pengetahuan dan pemahaman umum, serta kemampuan memahami bacaan dan menulis.

Sementara TKA mengukur pengetahuan dan pemahaman keilmuan yang diajarkan di sekolah. Soal-soal ujian diarahkan pada Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Pelaksanaan UTBK Gelombang Pertama dilakukan pada 13, 14, 20, 27, 28 April, dan 4-5 Mei 2019. Sedangkan Gelombang Kedua diadakan pada 11, 12, 18, 25 dan 26 Mei 2019.

Syarat wajib SBMPTN

Pada tahun 2019, persyaratan untuk mendaftar Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi (SBMPTN) 2019 adalah wajib mengikuti UTBK. UTBK dapat diikuti oleh siswa lulusan tahun 2017, 2018, dan 2019 dari pendidikan menengah (SMA/MA/SMK) dan sederajat, serta lulusan Paket C tahun 2017, 2018, dan 2019.

UTBK menggunakan soal-soal ujian yang dirancang sesuai kaidah akademik untuk memprediksi keberhasilan calon mahasiswa di semua program studi.

Pengelolaan dan pengolahan data untuk kepentingan seleksi jalur SBMPTN dilakukan LTMPT yang merupakan satu-satunya lembaga penyelenggara tes perguruan tinggi terstandar di Indonesia.(ati)

ll