Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Minggu, 14 April 2019 / 19:44 WIB

Pascagempa, Dispar NTB Bidik 4 Juta Wisman

JAKARTA, KRJPGJA.com - Kadispar  Nusa Tenggara Barat (NTB)  Lalu M, Fauzol menargetkan  pada tahun 2019 sekitar 4 juta   wisatawan  yang berkunjung ke Lombok pasca gempa bumi.

Perolehan ini optimis bisa dicapai karena  recovery  Lombok sudah hampir selesai kecuali dermaga Gili Trawangan yang masih tahap penyelesaian, selesai Lombok sudah aman untuk di kunjungi.
“ Lombok sudah aman di kunjungi wisatawan, makanya kami menargetkan sekitar 4 juta   wisatawan  yang berkunjung ke Lombok pasca gempa,” kata Kadispar  Nusa Tenggara Barat (NTB)  Lalu Mu, Fauzol di sela sela sela  Pesona Lombok-Sumbawa 2019  di Car Free Day (CFD) Jakarta, Minggu (14/4). 
Dikatakan, saat ini wisataman manca negara (wisman) yang berkunjung di Lombok sudah mulai normal, namun wisatawan nusantara ( wisnus) malah masih bermasalah.

Guna mendukung jumlah wisman tersebut  per 2 Mei 3019, Lombok akan menjadi hub ke 5 untuk penerbangan Air Asia. Nantinya akan ada penambahan penerbangan dari Air Asia dari  dalam negeri dan luar negeri.  Selama ini ada dari Malaysia dan Singapura dan nanti akan ditambah dari  Pert Australia ke Lombok. 

Selain sejak Januari hingga Maret 2019, ada 8 kali kapal pesiar dari luar negeri yang singgah di Lombok, dimana setiap kapal itu mengangkut sekitar 1000-2000 orang wisatawan.

Sementara untuk jumlah wisnus ke Lombok masih bermasalah, hal ini dikarenakan harga tiket  dan bagasi berbayar yang dikenakan oleh maskapai penerbangan sejak Januari 2019, membuat penurunan jumlah wisnus hingga 30- 40 persen.

“Kalau wisman ke Lombok tidak ada masalah, namun yang wisnus, jumlah mengalami penurunan antara 30-40 persen, karena tiket mahal dan adanya bagasi berbayar.,” tegasnya.

Dipaparkan, dengan ada kenaikan harga tiket dan bagasi  berbayar ini, yang sangat terkena dampaknya adalah UMKM di Lombok. Pasalnya para wisatawan tidak berani membeli produk UMKM karena harga bagasi lebih mahal dari harga tiket orangnya.

“UMKM lah yang paling terdampak dengan adanya kenaikan tiket dan bagasi berbayar . Siapa yang mau beli produk UMKM kalau nanti harga bagasinya lebih mahal dari harga tiket orangnya,” tegasnya.

Kalau untuk hotel, tambahnya, saat ini akufansinya atau tingkat hunian sekitar 30-40 persen. Hal ini karena adanya agenda dari pemerintah yang melakukan MICE di Lombok.

Sementara itu  Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani,  mengatakan, NTB atau Lombok-Sumbawa sengaja terus diangkat Kemenpar karena wilayah ini menjadi branding wisata halal.
“Mendekati bulan Ramadhan, pada kesempatan ini kami juga akan mempromosikan salah satu _Calendar of Event_ (CoE) di NTB, yang merupakan salah satu dari 100 Top Event National, yaitu Pesona Khazanah Ramadhan Lombok Sumbawa 2019. Hal ini untuk menegaskan _branding_ destinasi wisata halal di Nusa Tenggara Barat.” Ujarnya.

CFD Lombok-Sumbawa 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata ini juga menyajikan atraksi budaya, di antaranya Tari Gandrung Lombok, Tari Lenggo Mbojo, Tari Siermale, dan Tari Wura Bongi Monca yang dibawakan oleh Tim Kesenian Eschoda Management. 
Beberapa waktu lalu Indonesia ditetapkan sebagai destinasi wisata halal atau _halal tourism_ terbaik dunia 2019 oleh standar Global Muslim Travel Index (GMTI) 2019, mengungguli 130 destinasi dari seluruh dunia. Sementara berdasarkan Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), Pulau Lombok di NTN terpilih sebagai destinasi wisata halal terbaik mengungguli 10 destinasi lain di Tanah Air.

"NTB adalah salah satu destinasi wisata terbaik bagi traveler muslim yang ingin melakukan perjalanan wisata  pada bulan puasa, apalagi, dengan adanya event Pesona Khazanah Ramadhan 2019 yang digelar 8-25 Mei 2019," jelas Rizki. (Lmg)