Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Minggu, 14 April 2019 / 10:30 WIB

Pemilu 2019, Abu Bakar Ba’asyir Terancam Tak Bisa Nyoblos

BOGOR, KRJOGJA.com - Abu Bakar Ba’asyir dipastikan tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada pesta demokrasi 17 April mendatang. Pasalnya penghuni Lapas Kelas III Gunungsindur itu belum memiliki KTP elektronik (e-KTP).

Kalapas Gunungsindur Sopiana dalam keterangannya kepada media mengatakan, di tempatnya saat ini ada 1080 warga binaan. Namun tidak semuanya bisa menggunakan hak pilihnya. Tercatat hanya akan ada 497 warga binaan yang bisa memilih. Sementara sisanya sebanyak 584 tisak bisa memilih.

Alasannya, 38 orang akan bebas sebelum 17 April, kemudian terdapat 9 warga binaan dari negara asing, 88 orang perekaman data kependudukannya belum diverifikasi KPU, dan 449 orang tidak terdaftar di domisili asal.

“Warga binaan yang mencoblos di dalam lapas akan memilih bersama pegawai lapas dan anggota keluarganya yang terdaftar dalam DPT dan DPTb sebanyak 95 orang,” ujar Sopiana akhir pekan ini.

Pencoblosan di Lapas Gunungsindur dilakukan di 4 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di dalam Lapas. Pihak lapas juga mengerahkan 95 personel untuk melakukan pengamanan.

Lapas Gunungsindur juga menjadi ‘rumah’ bagi terpidana terorisme Abu Bakar Ba’asyir. Namun, dia dipastikan tidak bisa menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2019.

“Karena belum punya KTP elektronik dan belum lama ini melakukan perekaman dan belum masuk DPT. Tapi kami akan beri ruang yang jelas ketika hari pemilihan. Nanti dua hari jelang pencoblosan, kami akan update datanya,” tegas Sopiana.(*)