DIY Editor : Ivan Aditya Minggu, 14 April 2019 / 08:17 WIB

Pemilih Diminta Aktif Tanyakan C6

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengimbau pemilih yang belum mendapatkan formulir model C6 aktif meminta kepada petugas pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sebab C6 menjadi hal penting bagi pemilih yang akan melakukan pencoblosan dan menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi baik pemilihan legislatif maupun Pilpres.

“Pendistribusian formulir model C6 kepada Daftar Pemilih Tetap (DPT) dilakukan sejak 10 April 2019 dan hingga saat ini masih terus dipantau,” kata Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani.

Terkait dengan penerimaan formulir model C 6 tersebut, pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan sudah disarankan kepada Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) untuk diupayakan sampai ke pemilih C6. KPU mengimbau kepada pemilih yang terdaftar dalam DPT untuk aktif meminta kepada KPPS dan jika belum mendapatkan formulir model C6 sampai H-3 pencoblosan.

Sebab, jika belum menerima sampai dengan waktu pencoblosan, dikhawatirkan tidak bisa menggunakan hak pilihnya. “Jika ada yang belum menerima bisa minta kepada KPPS paling lambat H-1 pencoblosan,” imbuhnya.

Dijelaskan, C6 merupakan pemberitahuan terkait jam dan nomor TPS bagi pemilih. Dia juga menyebut C6 harus disertai dengan identitas pemilih, yaitu KTP elektronik. Formulir C6 ini adalah pemberitahuan kepada masyarakat bahwa dia hadir di TPS mana, dia hadir pukul 07.00 sampai pukul 13.00 di TPS mana itu ada sehingga C6 itu penting, tapi harus disertai dengan identitas yang berlaku, yang paling utama adalah e-KTP. Sesuai dengan putusan MK pemilih yang tidak memiliki KTP elektronik dapat menggunakan surat keterangan (suket). (Bmp)