DIY Editor : Ivan Aditya Sabtu, 13 April 2019 / 20:13 WIB

Economic Fair, Bekali Mahasiwa Berwirausaha

YOGYA, KRJOGJA.com - Economic Fair 2019 yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bertujuan menggali potensi akademik, bisnis dan kewirausahaan. Dari mengikuti Economic Fair mahasiswa akan memiliki softskill dan pengalaman bisnis.

“Berbisnis ada syarat utama, gigih ulet, adaptasi lingkungan bisnis dan pembelajar," ujar Dr Salamatun Asakdiyah MSi, Dekan FEB-UAD saat menutup Economic Fair 2019 di kompleks kampus 1 UAD, Jalan Kapas, Semaki, Sabtu (13/04/2019) sore.

Menurut Salamatun Asakdiyah, kegiatan Economic Fair 2019 berlangsung sejak Senin (01/04/2019) sampai Sabtu (13/04/2019). Economic Fair merupakan salah satu agenda tahunan yang diselenggarakan oleh FEB-UAD untuk mewujudkan suasana akademik melalui interaksi antarsivitas akademika di lingkungan kampus FEB-UAD.

Economic Fair 2019 diketuai oleh Muhammad Ali Fikri SE MSc dibawah pengawasan langsung Dekan dan Wakil Dekan FEB UAD, Dr Salamatun Asakdiyah MSi dan Tina Sulistiyani SE MM. Economic Fair 2019 memilih tema 'Ciptakan Jiwa Semangat Berwirausaha Generasi Milenial'.

Muhammad Ali Fikri MSc (Ketua Pelaksana Economic Fair 2019) dan Amir Hidayatuloh MSc (Panitia) mengatakan, Economic Fair 2019 kali ini terdiri dari beberapa kegiatan yang bersifat akademik maupun nonakademik yang dapat diikuti oleh seluruh sivitas akademika FEB UAD. Adapun serangkaian kegiatan tersebut antara lain Futsal, Senam, Lomba MTQ, Lomba MC, Program  Kreativitas Mahasiswa-Kewirausahaan (PKM-K) dan Bazar.

Selain memperoleh hadiah berupa uang tunai dan sertifikat, juara masing-masing lomba memiliki kesempatan untuk melanjutkan karyanya ke tingkat yang lebih tinggi, misal pengiriman proposal PKM-K ke tingkat nasional dan perwujudan ide usaha mahasiswa di Bazar menjadi usaha yang sebenarnya.

Kegiatan ini didukung 4 prodi, yakni prodi Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, Bisnis Jasa Makanan (Bisma) FEB-UAD. "Setiap kegiatan dilombakan, kemudian diniliai yang mendapatkan sertifikat dan uang pembinaan," kata Muhammad Ali Fikri. (Jay)