DIY Editor : Agus Sigit Sabtu, 13 April 2019 / 15:35 WIB

Royal Ambarukmo Gelar Fashion Show di Parkiran

SLEMAN, KRJOGJA.com - Berbeda dengan lokasi fashion show pada umumnya dengan panggung yang mewah, Lokatara Kembang Setaman ke 4 diadakan di parkiran basement Royal Ambarukmo pada Jumat, (12/04/2019).

"Pembeda dari event lain di Jogja, Semarang dan bahkan Jakarta. Dimana lokasi ekstrem seperti basemen parkir belum pernah dijadikan lokasi utama pagelaran busana", ungkap Khairul Anwar sebagai Creative Director sekaligus Marcomm Royal Ambarukmo.

Khairul juga menambahkan bahwa Kembang Setaman selalu mengeksplor lokasi-lokasi di Royal Ambarrukmo yang fungsional dan "fashionable" untuk menghadirkan inspirasi-inspirasi yang segar namun aplikatif.

Acara ini mengambil tema mode industrial dengan warna kromatis dan potongan design yang menekankan sisi maskulin. Lokatara sendiri memiliki arti 'luar biasa' yang berasal dari bahasa Sansekerta.

Gelaran busana tersebut menjadi wadah bagi para penggiat dunia mode untuk terus berkarya dengan tema terkurasi. Terdapat dua belas designer terpilih yang berasal dari Jakarta, Semarang, dan Yogyakarta. Mereka adalah Caroline Rika Winata, Jennifer Ariani Santoso, Nick Jatnika, Novibamboo, Endarwati, Adji Subing, Darie Gunawan, Siska Pramintan, Theo Ridzki, Djoko Margono, Ariesanthi dan Mucha. Keduabelas designer ini mengambil konsep 'ready to wear' dalam gelaran fesyen tahun ini.

Khairul juga mengungkapkan, pemilihan yang bergabung dalam Kembang Setaman, adalah kelompok desainer "Rempeyek" sejumlah 7 orang, dan selebihnya adalah desainer tamu yang dikurasi oleh Royal Ambarrukmo bersama Rempeyek, berdasarkan profil dan karakter karya yang dihasilkan. Sehingga masing-masing desainer memiliki kekuatan masing-masing, heterogen namun tetap satu visi dan tema

Menariknya pagelaran busana ini dibuat dengan bahan purna guna yang dirangkai secara estetis oleh para designer dan diperagakan oleh 16 model wanita dan 8 model pria dari Yogyakarta dan Semarang. Karya-karya yang ditampilkan diklaim menonjolkan siluet tegas dengan warna berkarakter serta material yang mengambil ilham dari para pekerja industri atau pabrik, arsitektural modern dan kesadaran akan tanggung jawab pada lingkungan hidup.

"Tantangan kedepannya bukan sekedar melahirkan karya yang mampu menarik penikmat mode untuk menggunakannya dengan dasar eksistensi diri, tetapi kami juga ingin menyuguhkan sesuatu yang tak putus dalam lingkaran konsumen dan produsen", katanya.

"Bila dilihat tadi di koleksi para desainer, banyak maksud untuk menyadarkan kita mengenai "Global Warming", dan Lokatara ini sedikit banyak menyentil hal tersebut, termasuk memilih lokasi di basement parkir yang dimaksudkan seperti pemanasan bumi yang bisa jadi akibat kita semua. Sehingga harapannya bisa lebih sadar akan lingkungan hidup", pungkas Khairul. (KRA-10)