DIY Editor : Agus Sigit Sabtu, 13 April 2019 / 10:12 WIB

CETAK WIRAUSAHAWAN MILENIAL BIOFARMAKA

Mahasiswa Polbangtan YOMA Belajar dari PT.Naturindo Fresh

YOGYA, KRJogja.com - Sebanyak 35 mahasiswa Program Studi Agribisnis Hortikultura Minat Biofarmaka pada Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan YOMA), Kamis (11/4) mengunjungi pabrik pengolahan biofarmaka dan taman jamu milik PT. Naturindo Fresh di Sendangsari Pengasih, Kulon Progo.

Kegiatan ini, merupakan bagian dari praktek lapang mata kuliah Manajemen Agribisnis. Turut mendampingi mahasiswa adalah Ketua Program Studi Agribisnis Hortikultura, Ir. Rika Nalinda, MP, Kepala Teaching Factory Polbangtan YOMa, Kodrad Winarno, S.TP., M.AgriCom, Dosen Manajemen Agribisnis R. Hermawan, SP.,MP dan Galuh Akoso, SP.,M.Sc. Rombongan diterima oleh Direktur Utama PT. Naturindo Fresh, Teguh Adhi Nugroho yang didampingi oleh pihak manajemen.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur PT. Naturindo Fresh menyampaikan, perusahaan yang dia pimpin bermula di tahun 2009, dan terus berkembang hingga sekarang. "Kami berangkat dengan visi yang sudah ditetapkan bahwa dalam 10 tahun ke depan, makanan dan obat alami akan berkembang dan menjadi trend," tutur Teguh.

Terbukti, PT. Naturindo Fresh mampu menggaet pasar dari produk-produk yang dijual. Selain itu, penerapan Direct Selling sebagai strategi pemasaran juga menjadi kunci sukses perusahaan ini. PT. Naturindo Fresh menggunakan konsep pemasaran konvensional, dengan memberikan pelayanan kesehatan berbasis Jamu (Herbal) langsung ke rumah konsumen melalui konsultan kesehatan dan terapis herbal yang tersebar di berbagai area. Untuk  menjamin kualitas produk, PT. Naturindo Fresh menggunakan proses produksi yang dijalankan sesuai Standard Operasional Procedure (SOP) berdasarkan CPOTB (Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik) dengan selalu berkonsultasi dengan Badan POM.

R. Hermawan, SP.,MP selaku koordinator mata kuliah Manajemen Agribisnis menyampaikan,  kunjungan mahasiswa ke PT. Naturindo Fresh bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses manajemen agribisnis dijalankan oleh sebuah perusahaan yang bergerak di bidang biofarmaka.

"Agar lebih fokus dalam mempelajari manajemen di PT. Naturindo Fresh, mahasiswa sudah kami bagi menjadi empat kelompok manajemen yaitu manajemen produksi, manajemen pemasaran, manajemen SDM dan manajemen keuangan. Kami berharap hasil diskusi dengan para manajer yang ada di PT. Naturindo Fresh dapat digunakan sebagai masukan dalam mengembangkan usaha di bidang biofarmaka", ungkap Hermawan.

Hermawan menambahkan, nantinya mahasiswa akan menerapkan pengalaman mereka dari hasil diskusi tersebut di lokasi Teaching Factory Biofarmaka yang ada di kampus Sempu, Kabupaten Sleman.

Menurut Kepala Teaching Factory, Kodrad Winarno, S.TP.,M.AgriCom, Teaching Factory (TEFA) merupakan metode pembelajaran bagi mahasiswa ,yang saat ini diterapkan oleh Polbangtan. TEFA bertujuan untuk memfasilitasi kegiatan praktik mahasiswa sesuai dengan kondisi kerja yang terjadi di industri.

"Kunjungan ini penting bagi Polbangtan YOMA untuk belajar dari praktisi seperti PT. Naturindo Fresh agar kami dalam mengembangkan TEFA Biofarmaka dapat memenuhi ekspektasi dari industri sekaligus mampu membekali mahasiswa dengan kompetensi yang memadai," ungkap Kodrad yang juga staf pengajar mata kuliah Manajemen Agribisnis. (*)