Peristiwa Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 13 April 2019 / 04:50 WIB

Hubungan Bilateral RI dengan Rwanda Diharapkan Menguat

RWANDA, KRJOGJA.com - Selama tiga hari, Duta Besar RI untuk Tanzania melakukan kunjungan ke Kigali untuk memenuhi undangan dari pemerintah Rwanda pada peringatan ke-25 tahun Genosida terhadap Tutsi.

Selain menghadiri peringatan itu, Dubes Pardede juga melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Rwanda Richard Sezibera, demikian menurut keterangan pers yang diterima dari KBRI Dar es Salaam, Jumat (12/4/2019).

Dubes Pardede bersama dengan Menlu Sezibera membahas perkembangan peningkatan hubungan bilateral Indonesia dengan Rwanda serta menjajaki upaya penguatan kerja sama multilateral, pembentukan kesepakatan dagang dan penunjukkan Konsul Kehormatan (Konhor) RI untuk Rwanda.

"Indonesia mendorong adanya peningkatan kerja sama dengan Rwanda di berbagai area utamanya pada forum multilateral, perdagangan dan investasi. Untuk itu, KBRI Dar es Salaam akan menjembatani potensi bisnis antara Indonesia dengan Rwanda," jelas Dubes Pardede.

Menlu Sezibera menyampaikan apresiasinya kepada Dubes Pardede yang hadir pada Peringatan ke-25 tahun Genosida terhadap Tutsi, suatu kebahagian tersendiri bagi Rwanda untuk menerima kunjungan perwakilan Indonesia pada peringatan ini.

Menlu Sezibera juga menyambut baik upaya dan determinasi Indonesia untuk meningkatkan hubungan kerja sama dengan Rwanda.

Seluruh jajaran pemerintah Rwanda dan secara pribadi, Menlu Sezibera memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan hubungan ekonomi di bidang perdagangan dan investasi.

"Saya bersama jajaran pemerintah mendukung upaya Indonesia dalam meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi dengan Rwanda." ujar Menlu Sezibera.

Selama berada di Kigali, Dubes Pardede melakukan sejumlah pertemuan dengan perwakilan Rwanda Private Sector Federation, distributor farmasi dan silaturahmi dengan WNI yang berada di Kigali.

Pada kunjungan ini juga Dubes Pardede memperkenalkan potensi produk farmasi Indonesia dari beberapa perusahaan seperti Kimia Farma, Dexa Medica dan Biofarma.

Nilai perdagangan Indonesia dengan Rwanda menunjukkan sinyal positif dengan adanya peningkatan dari 7,3 juta dolar AS di tahun 2017 menjadi 18,3 juta dolar AS di tahun 2018.

Produk potensial Indonesia untuk memasuki pasar Rwanda antara lain: kelapa sawit, minyak goreng, sabun, bahan tekstil, marmer, kertas dan obat-obatan.(*)