Jateng Editor : Danar Widiyanto Sabtu, 13 April 2019 / 01:10 WIB

17 Tahun Menanti, Pasangan Ini Dikaruniai Anak Kembar

MAGELANG, KRJOGJA.com - Setelah 17 tahun menunggu dan banyak usaha yang dilakukan, pasangan suami-istri Andreas Riyanto-Debora Rina Rusli, warga yang tinggal di wilayah Kebondalem I Potrobangsan Kota Magelang ini, akhirnya dikaruniai lagi anak. Tidak tanggung-tanggung, karunia Tuhan tersebut bukannya 1 bayi, tetapi 2 bayi laki-laki hasil program bayi tabung yang lahir di RSIA Gladiool Kota Magelang, Jumat (12/4/2019).

Didampingi suami, Debora Rina Rusli  kepada wartawan yang menemuinya di RSIA Gladiool Magelang, mengatakan mereka sama sekali tidak menyangka kalau bakal memperoleh karunia dari Tuhan berupa bayi kembar laki-laki. Bayi laki-laki pertama lahir pukul 08.40 dengan berat badan 2.450 gram dan panjang badan 45 Cm, yang kemudian diberi nama Samuel. Sedang bayi laki-laki keduanya lahir pukul 08.41 dengan berat badan 2.950 gram dan panjang badan 46 Cm, yang kemudian diberi nama Immanuel. 

"Senang sekali setelah 17 tahun berusaha, sekarang sudah dikaruniai anak yang langsung 2 laki-laki," katanya.

Dikatakan, sebelumnya pasangan suami-istri ini sudah memiliki anak perempuan yang sekarang sudah berusia 17 tahun, Rosi F. Kemudian menginginkan untuk memiliki anak lagi, dan sempat beberapa kali mengikuti program, namun belum berhasil. Kemudian ada saudara yang menyarankan untuk mengikuti program di RSIA Gladiool Magelang. Saran ini diikuti, dan berhasil, serta kedua bayinya lahir selamat dan lancar dengan jenis kelamin laki-laki.

Dokter Doddy Sutanto MKes SpOG (K)FER dari Layanan Fertilitas Gladiool IVF diantaranya mengatakan keberhasilan program fertilitas yang komprehensif di RSIA Gladiool Magelang ini merupakan kabar gembira. Layanan fertilitas dan bayi tabung Gladiool IVF sudah dimulai sejak tahun 2012. Layanan fertilitas GIVF, yang tergabung dalam Perhimpunan Fertilisai in Vitro Indonesia (Perfitri) ini beranggotakan dr Doddy Sutanto MKes SpOG(K)FER, dr Yunita Erlina SpOG, Dr dr Dicky Moch Rizal MKes SpAnd AIFM, drh Yuda Heru Fibrianto MP PhD dan drh Ayu WS Prananda.

Didampingi dr Yunita Erlina SpOG dan dr Chrisna Hendarwati MSc SpA, dr Doddy menambahkan Gladiool IVF merupakan layanan fertilitas dan bayi tabung yang mengutamakan siklus natural dan mild stimulation atau stimulasi minimal, dipergunakan sedikit hormon untuk mendapatkan keberhasilan di program bayi tabung. Berbeda dari layanan yang lain, karena dilakukan efisiensi dari awal hingga penggunaan hormon, media dan obat-obatan sehingga mendapatkan program yang mudah dan terjangkau.

Sudah dilakukan sejak tahun 2012 dan sudah banyak yang dihasilkan, dan keberhasilan Jumat (12/4/2019) merupakan keberhasilan yang kesekian kalinya dengan menghasilkan bayi kembar. "Memang bayi kembar jarang, karena kita biasanya melakukan transfer embrio hanya satu," katanya.

Kendala utama layanan program bayi tabung di Indonesia, dikatakan dr Doddy, adalah biaya yang mahal serta keterbatasan pengetahuan dan jarak. Selain itu, kendala lain dari keberhasilan bayi tabung adalah pasangan yang sudah relatif tua atau lebih dari 35 tahun. Keberhasilan pada usia >35 sudah menurun. Diharapkan dengan program ini pasien dapat lebih dini untuk mendapatkan penanganan, sehingga keberhasilan juga akan lebih baik. Program GIVF diwujudkan untuk menolong pasien yang membutuhkan IVF dengan biaya terjangkau agar dapat mengikuti program sedini mungkin.(Tha)