Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 12 April 2019 / 17:26 WIB

Di Luar Kategori, Permohonan A5 Ditolak

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - KPUD Karanganyar menerbitkan formulir A5 atau pindah memilih TPS jenis masuk DPT sebanyak 1.661 pemilih dan keluar DPT sebanyak 3.383 pemilih. Dalam proses pengajuan di perpanjangan pelayanan A5, banyak didapati pemohon salah alamat. 

"Di masa perpanjangan, hanya empat kategori yang diproses. Yakni pasien rawat inap, tahanan, korban bencana alam, dan di luar kuasanya pindah TPS karena menjalankan tugas. Namun masih banyak di luar itu, mengajukannya. Terpaksa ditolak. Mereka mengira ketentuan sama seperti pengajuan A5 pada H-30 sebelum pemungutan suara," kata Ketua KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari kepada wartawan di kantornya, Jumat (12/4).

Dalam rapat pleno rekapitulasi dan penetapan Daftar Pemilih Tambahan pasca putusan MK tentang Pemilu 2019, KPU Karanganyar mencatat masuk DPT sebanyak 1.661 pemilih dan keluar DPT sebanyak 3.383 pemilih. Sedangkan Daftar Pemilih tetap (DPT) hasil Perbaikan (DPTHP) ketiga sebanyak 695.027 orang. Daftar pemilih tambahan itu dihitung hingga pengajuan A5 di akhir masa perpanjangan 10 April lalu. 

Komisioner KPUD Divisi Perencanaan Program dan Informasi, Kustiono menceritakan kasus penolakan pengajuan A5 di masa perpanjangan terakhir.

"Dia bekerja di Tasikmadu namun domisili Polokarto. Jarak perjalanan hanya setengah jam. Kemudian ada hajatan di Matesih padahal rumahnya Lalung. Boleh mengurus A5, tapi harus jauh-jauh hari pada H-30 kemarin,” katanya.

Sementara itu, logistik pemungutan suara Pilpres dan Pileg mulai didistribusi ke tingkat PPK pada Jumat-Minggu (12-14/4). Dalam hal ini, KPU Karanganyar menggunakan layanan PT Pos. Distribusi awal tertuju wilayah Kecamatan Kerjo, Jenawi, Tawangmangu dan Karangpandan. Distribusi ke 13 kecamatan lainnya pada dua hari berikutnya. (Lim)