DIY Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 12 April 2019 / 15:06 WIB

DEMO RUGIKAN MITRA DRIVER

Operasional Kantor GO JEK Yogya Ditutup Sementara

YOGYA, KRJOGJA.com - Manajemen GOJEK Indonesia memutuskan menutup sementara operasionol kantor cabang Yogyakarta terkait penyampaian aspirasi oleh driver taksi online beberapa hari ini. Padahal, dalam menjalankan operasionalnya di Indonesia selalu mengedepankan keamanan dan kenyamanan publik.

"Dikarenakan aksi ini tidak berizin dan berbagai cara mediasi tidak dapat dilakukan, untuk mencegah gesekan yang berpotensi terjadi antara berbagai pihak, termasuk masyarakat sekitar dan ribuan mitra-mitra kami lainnya. Maka GOJEK akan menutup kantor operasionalnya di Yogyakarta untuk sementara waktu mulai 12 April 2019 hingga waktu yang akan ditentukan dikemudian hari," ungkap VP Corporate Affairs GOJEK Indonesia Michael Say kepada KRJOGJA.com, Jumat (12/04/2019).

BACA JUGA :

Aksi Mogok Makan Masih Berlanjut, FI Sebut Kantongi Pemberitahuan Kepolisian

Salah Alamat dan Mengganggu, Aksi di Kantor GOJEK Dilaporkan Warga

GO JEK Buka Peluang Diskusi, Mitra Driver Tolak Aksi

 

Michael Say memohon maaf kepada ribuan mitra yang tidak mengikuti aksi ini dan masih terus berjuang tiap hari mencari nafkah bagi diri dan keluarganya. Penutupan sementara dilakukan agar manajemen dapat menjaga suasana tetap kondusif jelang Pilpres dan Pileg mendatang. Terutama di Yogyakarta. 

"Dalam komunikasi kami dengan mitra kami dari Sabang sampai Merauke, kami selalu membuka ruang diskusi dua arah antara mitra pengemudi dan manajemen melalui Kopdar Mitra GO-JEK dimana Mitra bebas menyampaikan aspirasi dan masukan mereka," ungkap Michael Say.

Michael Say memastikan dalam aksi yang terjadi dalam beberapa hari ini  telah memberikan kesempatan bagi driver taksi online tersebut untuk berdiskusi dengan manajemen GOJEK baik itu dari Jawa Tengah dan Kantor Pusat. Namun ditolak sehingga tidak pernah mendapatkan titik temu.

Bahkan, kata Michael Say memberikan tempat teduh yang layak bagi penyampai aspirasi serta tenaga medis berikut ambulans guna memastikan kondisi kesehatannya dalam keadaan baik juga ditolak oleh pelaku aksi.

"Kami himbau kepada seluruh mitra yang menyampaikan aksi, kami siap untuk berdiskusi. Tanpa aksi-pun seluruh aspirasi mitra selalu kami tampung, semangat kami dr pertama kali beroperasi di Yogyakarta sampai dengan sekarang masih tetap sama, yaitu agar melalui teknologi yang kami kembangkan seluruh mitra dapat memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan," tandasnya.

Sebagaimana diketahui dua pengemudi taksi online dari Front Independen Driver Online Indonesia (FI) yakni Andi Kartala dan Sadar Gimbal melakukan aksi mogok makan Selasa (9/4/2019) di halaman Kantor Perwakian PT Karya Anak Bangsa DIY kawasan Giwangan Yogyakarta. Mereka memprotes kebijakan perusahaan penyedia taksi online baik Go-Jek maupun Grab yang dinilai memberatkan para pengemudi. (Tom)