Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 12 April 2019 / 16:40 WIB

Petani Mulai Kembangkan Tanaman Organik

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Wilayah lumbung beras Boyolali yang ada di tiga kecamatan, yak i Teras, Banyudono, dan Sawit, mulai beralih mengembangkan pertanian organik. Saat ini sudah ada 27 kelompok tani di tiga wilayah tersebut yang menanam padi secara organik. 

Minat penanaman secra organik bermuka saat petani menyadari pentingnya kelestarian lahan pertanian dalam jangka panjang. Penggunaan pupuk kimiawi ternyata mengurangi kesuburan tanah. Delapan tahun silam, Asosiasi Petani Organik Boyolali (APOB) dibentuk untuk mewadahi petani organik. 

Salah satu fokusnya adalah pembinaan petani beras, diantaranya dengan  membeli beras organik dari petani, penggilingan, hingga pengepakan. "Pertanian organik ini juga merupakan salah satu upaya mengembalikan struktur tanah yang baik dengan teknologi budidaya pertanian yang ramah lingkungan," kata Ketua APb, Murbowo, Jumat (12/4). 

Seiring berjalannya waktu, minat petani beralih ke organik meningkat. Saat inu, katanya, sudah ada 27 kelompok tani yang mengelola persawahannya secara organik. Varietas yang diproduksi juga cujuo banyak, diantranya varietas Ciherang, Methik Susu, hingga Pandan Wangi. Dari satu hektar lahan, beras organik yang diproduksi sebanyak 6,5 ton. Sementara kapasitas produksi dari 27 kelompok tani tersebut mencapai 10 ton per bulan. (Gal)