DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 12 April 2019 / 11:34 WIB

Pertumbuhan Populasi Sapi di Sleman Rendah

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pertumbuhan populasi sapi di Kabupaten Sleman masih rendah. Hal itu dikarenakan banyak anak sapi yang keluar daerah. Untuk meningkatkan pertumbuhan populasi, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman melakukan upaya khusus sapi induk wajib bunting.

Sekretaris Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Ir Suwandi Aziz menjelaskan data tahun 2017, jumlah populasi sapi di Kabupaten Sleman sekitar 32.616 ekor. Sedangkan pertumbuhan populasi setiap tahunnya hanya 0,1 persen hingga 0,5 persen.

"Pertumbuhan populasi di Sleman memang tergolong rendah. Diperkirakan jumlah populasi sapi saat ini sekitar 33.000 ekor," jelas Aziz.

Menurutnya, rendahnya populasi sapi ini karena tidak seimbangnya antara sapi yang disembelih dengan sapi yang beranak. Selain itu, banyak anak sapi yang dibawa keluar daerah.

"Dalam lima hari sekali, ada sekitar 24-30 ekor sapi dikirim ke luar daerah. Kami tidak bisa mengendalikan pengiriman itu. Dalam satu sisi, biaya memelihara tinggi sehingga lebih memilih dijual dari pada dipelihara," tuturnya.

Sementara, kebutuhan daging sapi di Kabupaten Sleman sekitar 4 ton perhari. Sleman hanya mampu menyembelih 6-8 ekor sapi atau menghasilkan 1 ton daging sapi.

"Untuk memenuhi kebutuhan daging sapi di Kabupaten Sleman, sebagian besar didatangkan dari Bantul dan Klaten. Soalnya kalau hanya dari Sleman saja tidak mampu," terangnya.

Untuk meningkatkan pertumbuhan populasi, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman telah mempunyai program upaya khusus sapi induk wajib bunting. Dinas mendampingi secara rutin terhadap peternak.

"Petugas memantau perkembangan program tersebut. Kalau ada permasalahan berkaitan dengan sapi, petugas akan mendatangi," tuturnya. (Sni)