DIY Editor : Ivan Aditya Jumat, 12 April 2019 / 10:14 WIB

269 Balita di Gunungkidul Butuh Perhatian Serius

GUNUNGKIDUL, KRJOGJA.com - Pemkab Gunungkidul akan melakukan penanganan serius terhadap anak-anak yang masuk dalam kategori telantar yang disebabkan karena berbagai faktor. Dinas Sosial Kabupaten Gunungkidul mencatat hingga saat ini terdapat 269 anak di bawah usia lima tahun (balita) butuh perhatian serius.

“Meskipun masih ditemukan anak perlu perhatian dan di antaranya merupakan balita telantar tetapi jumlah setiap tahunnya terjadi penurunan,” kata Kepala Seksi Kelembagaan Sosial, Dinas Sosial Gunungkidul, Gustarto.

Dari sebanyak 269 balita butuh perhatian, saat ini sudah berhasil ditangani dengan bekerja sama antara pemerintah daerah, pusat maupun lembaga lain. Sehingga khususnya para balita ini semakin terjamin mulai dari kesejahteraan, terlindungi dan juga mulai diperhatikan dalam pemenuhan kebutuhannya.

]Penanganan yang diberikan tentunya merujuk pada peraturan dan kewenangan yang ada. Misalnya dengan memberikan rekomendasi kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) untuk mendapatkan bantuan. “Jenis bantuan dari Kementerian Sosial yang beragam, sehingga anak atau balita telantar bisa terfasilitasi,” imbuhnya.

Untuk tahun 2019 ini, anak telantar akan mendapatkan program tabungan sosial anak dari Kemensos. Rencananya masing-masing akan mendapat dana sebesar Rp 1 juta dan sasaran di antara balita telantar yang tercatat dan dititipkan di panti asuhan agar tetap mendapatkan kebutuhan yang diperlukan.

Mereka itu memang punya latar belakang bermacam-macam. Ada yang sudah tidak punya keluarga dan beragam faktor lain karena faktor ekonomi atau masalah sosial lainnya. “Mereka yang butuh perhatian dan kini ditangani pemkab tersebut berasal dari berbagai latar belakang,” ucapnya.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Gunungkidul, Drs Sudjoko MSi menambahkan, saat ini pihaknya tengah menggandeng seluruh OPD terkait penanganan anak-anak maupun pemberdayaan perempuan tersebut. Hal ini perlu dilakukan karena anak merupakan ujung tombak di masa yang akan datang.

Pemenuhan kebutuhan anak sangatlah diperlukan, terlebih jaminan keamanan dan perlindungannya. “Sebagai daerah yang baik tentu dalam pemenuhan kebutuhan anak juga perlu ditekankan. Ramah anak, saat ini semua OPD kita gandeng untuk lebih memperhatikan anak-anak mulai dari kesehatan, pendidikan, lingkungan dan pergaulan,” terangnya. (Bmp)