Hiburan Agregasi    Jumat, 12 April 2019 / 06:43 WIB

Mus Mulyadi, Bawa Keroncong 'Go International'

JAKARTA, KRJOGJA.com – Mus Mulyadi, musisi keroncong Tanah Air mengembuskan napas terakhirnya di rumah sakit pada Kamis (11/4/2019) di usia 73 tahun. Industri musik pun berduka karena kehilangan maestro kenamaan Tanah Air.

Mengenang sederet karya yang dihasilkan oleh Mus Mulyadi, pria kelahiran Surabaya ini memulai karier bermusiknya sejak usia remaja. Ia pernah membentuk sebuah band bernama Irama Puspita dengan 13 personel wanita yang telah dipersiapkannya untuk sukses di panggung hiburan.

Terbukti, band asuhannya ini pernah manggung di acara POI Ganefo di Jakarta dan merajai berbagai lomba festival musik di Surabaya.

Tidak cukup berkiprah di Surabaya, Mus Mulyadi memutuskan untuk hijrah sementara ke Singapura tahun 1967. Di sana, kakak Mus Mudjiono ini mencoba untuk menjadi musisi jalanan dengan menggelar konser tanpa dibayar.

Tidak ingin nasibnya terlunta-lunta di Singapura, Mus belajar menciptakan lagu dan lahirlah single Sedetik Dibelai Kasih, Jumpa dan Bahagia, Kr. Jauh di Mata, hingga terkumpul 10 lagu dan akhirnya membentuk band The Exotic bersama Jerry Souisa, Arkan dan Jeffry Zaenal.

Setelah lagu-lagu tersebut, The Exotic merilis dua album keroncong di Singapura dalam bentuk Vinyl dan laku terjual hingga mencapai SGD2.800, sebuah angka fantastis pada masanya.

Kembali ke Indonesia, Mus Mulyadi kemudian kembali membentuk grup bersama sang adik, Mus Mudjiono dan empat rekan mereka. A Riyanto alias Kelik (Keyboard/Vokal), 'Nana Sumarna (Bass), Eddy Syam (Gitar) dan M. Sani (Drum). Beberapa karya yang lahir dari grup ini diantaranya Cari Kawan Lain, Angin Malam, Seuntai Bunga Tanda Cinta juga Nada Indah.

Sayang penyakit diabetes yang diderita oleh Mus Mulyadi sejak 1984, membuat kondisinya makin melemah. Bahkan ia harus kehilangan penglihatannya pada 2009 karena komplikasi diabetes. Selamat jalan Mus Mulyadi, semoga Tuhan tempatkanmu di sisi terbaikNya.