Jateng Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 11 April 2019 / 18:21 WIB

Pose Satu Jari, Bupati Diperiksa Bawaslu

SRAGEN, KRJOGJA.com - Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sragen untuk dimintai klarifikasi Kamis (11/4). Bupati dimintai keterangan terkait posenya yang mengacungkan satu jari saat sosialisasi pengawasan pemilu lewat media wayang kulit di Alun-alun Sasana Langen Putra Sragen beberapa waktu lalu.

Yuni, sapaan akrab Bupati, datang pukul 08.15 WIB dan disambut Ketua Bawaslu Sragen Dwi Budhi Prasetya bersama dua komisioner lainnya, Widodo dan Edy Suprapto. Yuni dimintai keterangan di ruang kerja Bawaslu. 

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Sragen, Widodo, memberi 16 pertanyaan kepada Bupati selama lebih kurang 30 menit. Pertanyaan itu berkaitan dengan maksud Yuni mengacung satu jari telunjuk pada momentum sosialisasi tersebut. Padahal para pimpinan daerah dan komisioner Bawaslu lainnya berpose dengan mengepalkan tangan. 

"Saya datang ke Bawaslu untuk memenuhi panggilan. Tadi ada pertanyaan normatif dan ada pertanyaan inti. Pertanyaan intinya, kegiatan itu kegiatan apa, dan kenapa hadir? Lalu saya jawab bahwa saya hadir untuk memberi sambutan dan memenuhi undangan serta talkshow bersama pimpinan daerah dan Bawaslu Provinsi," ujarnya. 

Inti sambutannya, jelas Yuni, mengajak masyarakat untuk datang ke TPS (Tempat Pemungutan Suara) tidak golput. Kemudian sama-sama jaga kondusivitas Sragen serta sukseskan Pemilu 2019. Terkait foto dengan gaya mengacungkan jari telunjuk. Yuni mengatakan awalnya foto dengan gaya resmi. Lalu fotografer minta dengan gaya bebas. 

"Saya pilih begini (mengacungkan jari telunjuk), yang lain pilih begini (mengepalkan tangan). Masing-masing punya interprestasi sendiri-sendiri. Kalau saya dengan gaya begini, refleks saja karena saya orang nomor satu di Kabupaten Sragen. Karena konteksnya hari itu sosialisasi kepada masyarakat maka pesan saya hanya satu, yakni sukseskan Pemilu 2019," tandasnya.

Bupati menyampaikan terima kasih bagi mereka yang menuding Bupati tidak netral. Dia menyatakan kalau Bupati tidak netral, Bupati sudah ambil cuti untuk berkampanye. "Saya tidak ambil cuti kampanye, berarti saya benar-benar netral," tambahnya. (Sam)