DIY Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 11 April 2019 / 15:44 WIB

Anggota Komisioner Dipecat, Tugas KPU Kota Tak Terganggu

YOGYA, KRJOGJA.com - Ketua KPU DIY Hamdan Kurniawan menegaskan ketugasan di KPU Kota Yogyakarta tak akan terganggu dengan pemberhentian Nufrianto oleh KPU RI. Pasalnya, selama dua pekan terakhir yang bersangkutan telah diberhentikan sementara oleh KPU RI termasuk empat komisioner yang masih memiliki kewenangan penuh memutuskan rapat pleno. 

“Tidak ada masalah, KPU RI mau memutuskan pengganti setelah pemilu juga tak mengapa karena ketugasan bisa dilaksanakan empat komisioner yang ada. Kalau memutuskan juga sudah kuorum, baik untuk pleno maupun rapat harian biasa,” terang Hamdan. 

BACA JUGA:

CABULI ANGGOTA PPK
Komisioner KPU Kota Yogyakarta Dipecat, Ini Pasal Yang Dilanggar

Komisioner Dipecat, Ini Sikap KPU Yogyakarta

Hamdan juga menegaskan bahwa kejadian yang dilakukan salah satu komisioner tersebut murni merupakan permasalahan pribadi dan tak terkait situasi di tubuh KPU Kota Yogyakarta. “Ini soal pribadi saja, yang tak bisa mengendalikan diri, saya kira tidak kalau ada persaingan diantara komisioner atau di lingkup KPU Kota,” sambungnya. 

Sebelum membawa kasus tersebut ke tingkat DKPP, KPU DIY sendiri dua kali melakukan klarifikasi baik dengan teradu maupun penyintas. Diputuskan, ada dugaan tindak asusila yang lantas membawa kasus ke tingkat pusat dan akhirnya diputuskan DKPP. 

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menjatuhkan sanksi berupa Pemberhentian Tetap terhadap R. Moeh. Nufrianto Aris Munandar selaku anggota KPU Kota Yogyakarta. Dia dinyatakan terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu.

Sanksi tersebut dijatuhkan dalam sidang dengan agenda pembacaan 18 Putusan di Ruang Sidang DKPP, Jakarta, pada Rabu (10/4/2019). Selaku ketua majelis Harjono dan anggota majelis Prof Muhammad, Prof Teguh Prasetyo, Alfitra Salamm, Ida Budhiati, dan Fritz Edward Siregar. (Fxh)